Ringkasan Berita
- Bank Mandiri mencatat penyaluran kredit Rp1.513,1 triliun hingga Februari 2026 atau tumbuh 15,7% YoY.
- Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.644,8 triliun, meningkat 16,3% YoY.
- Laba bersih perseroan mencapai Rp8,9 triliun, tumbuh 16,7% YoY.
- Transaksi digital melalui Livin’ by Mandiri mencapai 738,7 juta transaksi atau naik 28% YoY.
- Pendapatan berbasis komisi digital mencapai Rp625 miliar, meningkat 45,3% YoY.
Jakarta (pilar.id) – Kinerja bisnis Bank Mandiri menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Peningkatan aktivitas transaksi masyarakat serta penguatan layanan digital menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan bisnis bank berlogo pita emas tersebut.
Hingga Februari 2026, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan yang sehat di berbagai indikator utama, mulai dari penyaluran kredit, penghimpunan dana masyarakat, hingga peningkatan transaksi digital melalui platform perbankan perusahaan.
Kredit dan Dana Pihak Ketiga Tumbuh Stabil
Salah satu indikator utama pertumbuhan bisnis Bank Mandiri terlihat dari penyaluran kredit yang mencapai Rp1.513,1 triliun hingga Februari 2026. Angka tersebut meningkat 15,7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pertumbuhan kredit ini berjalan seiring dengan peningkatan penghimpunan dana masyarakat. Bank Mandiri mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.644,8 triliun, atau naik 16,3 persen YoY.
Peningkatan dana masyarakat tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan nasabah yang tetap kuat terhadap layanan dan kinerja bank.
Laba Bersih Capai Rp8,9 Triliun
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menjelaskan bahwa peningkatan kinerja perusahaan tidak terlepas dari semakin aktifnya transaksi nasabah melalui berbagai kanal layanan digital.
Hingga Februari 2026, laba bersih Bank Mandiri tercatat mencapai Rp8,9 triliun, atau tumbuh 16,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh peningkatan pendapatan berbasis komisi yang berasal dari layanan transaksi digital.
Transaksi Digital Livin’ by Mandiri Melonjak
Platform digital Livin’ by Mandiri menjadi salah satu pendorong utama aktivitas transaksi nasabah.
Sepanjang awal tahun 2026, total volume transaksi melalui aplikasi tersebut mencapai lebih dari 738,7 juta transaksi, meningkat sekitar 28 persen secara tahunan.
Nasabah memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia di aplikasi tersebut untuk kebutuhan transaksi harian, seperti pembayaran tagihan, pembelian produk digital, hingga transfer dana.
Kemudahan akses layanan digital membuat aktivitas keuangan menjadi lebih praktis dan efisien bagi masyarakat.
Pendapatan Komisi Digital Meningkat
Seiring meningkatnya aktivitas transaksi digital, Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan signifikan pada pendapatan berbasis komisi (fee-based income).
Pendapatan komisi dari layanan digital termasuk Livin’ by Mandiri mencapai Rp625 miliar, meningkat 45,3 persen YoY.
Selain itu, platform perbankan wholesale Kopra by Mandiri juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan komisi sebesar Rp421 miliar atau naik 29,3 persen secara tahunan.
Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya penggunaan layanan digital oleh nasabah korporasi maupun pelaku usaha.
Intermediasi dan Efisiensi Operasional Terjaga
Fungsi intermediasi Bank Mandiri juga tetap berjalan optimal. Hal ini tercermin dari pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) yang mencapai Rp13,7 triliun, tumbuh 9,16 persen YoY.
Di sisi efisiensi operasional, rasio Cost-to-Income Ratio (CIR) tercatat membaik menjadi 37,21 persen, menandakan pengelolaan biaya yang semakin disiplin serta peningkatan produktivitas bisnis.
Sementara itu, kualitas aset bank juga tetap terjaga dengan baik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) berada di level 0,98 persen, dengan coverage ratio 246,5 persen.
Kondisi ini mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta penguatan manajemen risiko perusahaan.
Optimistis Pertahankan Momentum Pertumbuhan
Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat, Bank Mandiri optimistis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan pada tahun 2026.
Manajemen perusahaan menegaskan bahwa ke depan Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi di seluruh lini bisnis untuk mendukung akselerasi pertumbuhan yang berkelanjutan.
Langkah tersebut juga sejalan dengan peran Bank Mandiri sebagai salah satu mitra strategis pemerintah dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi nasional serta memperluas akses layanan keuangan digital bagi masyarakat. (ret/hdl)

5 hours ago
6

















































