Jakarta (pilar.id) – Visa Inc. mengungkap perubahan signifikan dalam pola konsumsi masyarakat Indonesia, di mana perjalanan kini menjadi prioritas utama. Berdasarkan studi Visa Green Shoots Radar, sebanyak 63% responden menjadikan travel sebagai pos anggaran utama, meskipun kondisi ekonomi masih penuh tekanan.
Temuan ini diperkuat oleh laporan tren perjalanan Asia Tenggara yang disusun bersama Google, yang mencatat pertumbuhan belanja digital sektor travel mencapai 13,3% sepanjang 2025. Angka ini melampaui kebutuhan pokok seperti bahan makanan dan bahan bakar.
Perubahan perilaku juga terlihat dari kebiasaan wisatawan yang kini lebih terencana. Mereka cenderung memesan perjalanan lebih awal, memilih waktu di luar musim ramai, hingga mencari destinasi alternatif demi mendapatkan nilai lebih. Selain itu, konsumen juga semakin selektif dalam memilih metode pembayaran, dengan memanfaatkan kartu kredit untuk transaksi bernilai besar seperti tiket dan hotel.
Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, menilai tren ini menunjukkan perjalanan telah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat modern, sekaligus mendorong kebutuhan akan solusi pembayaran yang lebih relevan.
Kolaborasi Visa, Bank Mandiri, dan Marriott Bonvoy Hadirkan Solusi Travel
Menjawab kebutuhan tersebut, Visa berkolaborasi dengan Bank Mandiri dan Marriott International melalui program loyalitas Marriott Bonvoy menghadirkan Marriott Bonvoy Mandiri Credit Card.
Kartu kredit ini dirancang untuk mengintegrasikan transaksi sehari-hari dengan manfaat perjalanan. Setiap transaksi memungkinkan pengguna mengumpulkan poin yang dapat ditukarkan menjadi berbagai keuntungan, mulai dari menginap gratis, peningkatan kelas kamar, hingga pengalaman eksklusif di jaringan hotel Marriott di seluruh dunia.
Director of Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, menyebutkan bahwa produk ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nasabah yang semakin digital dan berorientasi pada pengalaman global.
Dari sisi industri perhotelan, Ramesh Daryanani menekankan bahwa kolaborasi ini membuka akses yang lebih luas bagi wisatawan Indonesia untuk menikmati berbagai destinasi dan pengalaman dalam jaringan Marriott.
Gaya Hidup Berbasis Pengalaman Dorong Inovasi Pembayaran
Selain program loyalitas, kartu ini juga menawarkan berbagai fitur tambahan seperti akses lounge bandara dan perlindungan perjalanan, baik domestik maupun internasional. Integrasi dengan ekosistem digital juga memudahkan transaksi melalui berbagai metode pembayaran modern.
Respons awal dari komunitas traveler dan kreator konten menunjukkan bahwa pendekatan ini relevan dengan kebutuhan generasi saat ini yang mengutamakan pengalaman dibanding sekadar konsumsi.
Tren ini menegaskan bahwa masyarakat Indonesia kini semakin terencana, selektif, dan berorientasi pada nilai dalam setiap perjalanan. Di tengah perubahan tersebut, solusi keuangan yang mampu mengubah pengeluaran rutin menjadi pengalaman bermakna dinilai akan menjadi kunci dalam membentuk masa depan industri travel di Indonesia. (ret/hdl)

22 hours ago
38

















































