Barcelona Dapat Tawaran Rp1,5 Triliun untuk Raphinha, Al-Hilal dan Al-Nassr Siap Tebus Mahal

5 hours ago 7

Barcelona (pilar.id) – Barcelona kembali menghadapi ancaman kehilangan salah satu pemain kuncinya pada bursa transfer musim panas 2026. Klub raksasa Spanyol itu dikabarkan menjadi sasaran pendekatan agresif dari dua klub elite Arab Saudi yang ingin memboyong winger asal Brasil, Raphinha.

Laporan media Spanyol menyebutkan bahwa Al-Hilal dan Al-Nassr tengah menyiapkan proposal transfer bernilai sekitar 80 juta euro atau setara lebih dari Rp1,5 triliun untuk meyakinkan Barcelona melepas sang pemain.

Tidak hanya menawarkan nilai transfer besar kepada klub Catalan tersebut, kedua klub yang mendapat dukungan finansial dari Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi juga dikabarkan siap memberikan kenaikan gaji yang sangat signifikan kepada Raphinha.

Paket kontrak yang disiapkan disebut-sebut mampu melipatgandakan pendapatan bersih pemain berusia 29 tahun itu hingga empat kali lebih besar dibandingkan yang diterimanya saat ini di Barcelona.

Klub Arab Saudi Jadikan Raphinha Target Prioritas

Ketertarikan klub-klub Saudi terhadap Raphinha bukan tanpa alasan. Dalam beberapa musim terakhir, pemain tim nasional Brasil tersebut berkembang menjadi salah satu penyerang paling produktif di Eropa.

Setelah tampil impresif pada musim 2024/2025 dengan torehan 34 gol dan 23 assist di berbagai kompetisi, Raphinha tetap menunjukkan konsistensi meski sempat terganggu masalah kebugaran pada musim berikutnya.

Dalam 33 pertandingan musim lalu, ia masih mampu menyumbangkan 21 gol dan tujuh assist, statistik yang menempatkannya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam lini serang Barcelona.

Kinerja tersebut membuat Al-Hilal dan Al-Nassr memandang Raphinha sebagai figur ideal untuk meningkatkan daya tarik Saudi Pro League di tingkat global. Kehadiran pemain berpengalaman yang masih berada pada level kompetitif tertinggi dianggap sejalan dengan ambisi Arab Saudi menjadikan kompetisinya sebagai salah satu liga paling bergengsi di dunia.

Barcelona Yakin Bisa Mempertahankan Sang Bintang

Meski mendapat tawaran menggiurkan, Barcelona diyakini belum memiliki keinginan untuk melepas Raphinha. Klub masih memandang pemain Brasil tersebut sebagai bagian penting dari proyek jangka panjang yang tengah dibangun pelatih Hansi Flick.

Keyakinan itu juga diperkuat oleh kontrak baru yang ditandatangani Raphinha hingga tahun 2028. Dalam beberapa kesempatan, mantan pemain Leeds United tersebut juga telah menunjukkan komitmennya untuk tetap bertahan di Camp Nou.

Sebelumnya, Raphinha pernah mengakui sempat mempertimbangkan tawaran besar dari Arab Saudi pada 2025. Namun, komunikasi langsung dengan Hansi Flick menjadi salah satu faktor yang membuatnya memutuskan bertahan dan melanjutkan karier bersama Barcelona.

Keputusan tersebut terbukti tepat karena perannya semakin sentral dalam skema permainan tim. Ia tidak hanya menjadi pencetak gol, tetapi juga berfungsi sebagai kreator serangan yang konsisten memberikan kontribusi di berbagai pertandingan penting.

Sulit Cari Pengganti dengan Produktivitas Setara

Muncul spekulasi bahwa Barcelona mungkin mempertimbangkan penjualan Raphinha untuk membantu kondisi keuangan klub atau mempersiapkan regenerasi lini depan setelah era Robert Lewandowski.

Namun, banyak pengamat menilai langkah tersebut berisiko besar. Pemain dengan produktivitas tinggi seperti Raphinha tidak mudah ditemukan di pasar transfer, terlebih dengan kemampuan mencetak gol dan menciptakan peluang secara konsisten.

Barcelona memang terus melakukan penyegaran skuad dan telah mendatangkan sejumlah pemain untuk memperkuat masa depan tim. Namun, pemain baru dinilai lebih tepat menjadi pelengkap daripada pengganti langsung bagi Raphinha.

Dengan kontribusi yang masih sangat signifikan serta komitmen yang telah ditunjukkan kepada klub, peluang Barcelona mempertahankan Raphinha saat ini dinilai lebih besar dibandingkan melepasnya, meski tawaran bernilai fantastis terus berdatangan dari Arab Saudi.

Bagi Barcelona, mempertahankan salah satu penyerang paling produktif di dunia saat ini bisa menjadi keputusan strategis yang jauh lebih berharga dibandingkan keuntungan finansial jangka pendek dari hasil penjualan pemain. (mad/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |