Khofifah Dampingi Peresmian 3.395 Jembatan Perintis Garuda, 270 Dibangun di Jawa Timur

5 hours ago 3

Nganjuk (pilar.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin mengikuti peresmian 3.395 Jembatan Perintis Garuda dan 3.000 sumber air bersih TNI AD yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual, Kamis (13/8/2026).

Peresmian tersebut diikuti dari Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Dari total pembangunan di tingkat nasional, sebanyak 270 Jembatan Perintis Garuda telah dibangun di Jawa Timur.

Khofifah menilai Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng memiliki posisi strategis karena menghubungkan sekitar 40 desa yang berada di Kecamatan Pace dan Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Jembatan tersebut memiliki panjang 18 meter dan lebar 1,8 meter. Infrastruktur itu dirancang untuk menampung beban maksimal 3,5 ton dengan batas kecepatan kendaraan saat melintas hingga 10 kilometer per jam.

Buka Akses Desa dan Dorong Ekonomi Masyarakat

Khofifah mengapresiasi pembangunan infrastruktur dasar yang dilakukan jajaran TNI dan Polri. Menurut dia, keberadaan jembatan di wilayah perdesaan dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Jembatan tidak hanya memperpendek jalur mobilitas warga, tetapi juga mempermudah akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, serta pusat kegiatan ekonomi.

Dalam konteks pembangunan desa, konektivitas tersebut juga berkaitan erat dengan aktivitas perekonomian. Akses yang lebih baik akan memudahkan mobilitas warga sekaligus distribusi berbagai komoditas dan produk ekonomi yang dihasilkan masyarakat.

Khofifah menilai kemudahan akses antardesa dan antarkampung dapat membuka peluang usaha baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perdesaan hingga daerah terpencil.

Dengan konektivitas yang semakin baik, hasil pertanian, peternakan, dan produk ekonomi masyarakat desa diharapkan dapat didistribusikan dengan lebih mudah dan efisien.

Menurut Khofifah, pembangunan jembatan juga sejalan dengan arah pembangunan yang menempatkan desa sebagai bagian penting dalam penguatan kesejahteraan masyarakat.

Keberadaan infrastruktur dasar tersebut diharapkan membuat perjalanan anak-anak menuju sekolah menjadi lebih aman dan efisien, sekaligus memperlancar aktivitas masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.

Jawa Timur Bangun 81 Sumber Air Bersih

Selain pembangunan jembatan, Khofifah turut mengapresiasi pembangunan 3.000 sumber air bersih oleh TNI AD di berbagai wilayah Indonesia. Khusus di Jawa Timur, sebanyak 81 sumber air bersih telah dibangun.

Program tersebut dinilai semakin penting karena Jawa Timur mulai memasuki periode musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah daerah.

Ketersediaan sumber air bersih, kata Khofifah, tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga dapat memberikan manfaat lebih luas bagi aktivitas produktif warga.

Ia berharap sumber air yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk untuk mendukung kebutuhan pertanian dan pengairan area persawahan di sekitar lokasi.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur air bersih dapat memberikan manfaat ganda, yakni membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung keberlanjutan produksi pertanian dan penguatan ketahanan pangan di tingkat daerah.

Khofifah menempatkan pembangunan jembatan dan sumber air bersih sebagai bagian dari infrastruktur dasar yang memiliki efek berantai terhadap kualitas hidup masyarakat.

Konektivitas yang lebih baik membuka akses, sedangkan ketersediaan air bersih memperkuat pemenuhan kebutuhan dasar. Keduanya pada akhirnya diharapkan ikut menciptakan kondisi yang lebih mendukung bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Prabowo Apresiasi Pengabdian TNI-Polri

Presiden RI Prabowo Subianto dalam peresmian tersebut menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras jajaran TNI dan Polri dalam membantu masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dasar.

Menurut Prabowo, pembangunan jembatan dan titik air bersih di berbagai wilayah Indonesia merupakan bentuk pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di kawasan perdesaan dan pedalaman.

Presiden mencontohkan manfaat jembatan bagi pelajar. Sebelum jembatan tersedia, sebagian siswa harus menempuh jalur memutar untuk menuju sekolah. Kehadiran jembatan membuat perjalanan menjadi lebih singkat sekaligus mempermudah mobilitas warga.

Prabowo menilai dedikasi dan inisiatif TNI-Polri dalam pembangunan tersebut menunjukkan peran institusi negara dalam memberikan pelayanan nyata kepada masyarakat.

Peresmian ribuan jembatan dan sumber air bersih sekaligus dipandang sebagai wujud gotong royong dan kemampuan bangsa mengoptimalkan sumber daya di dalam negeri untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Bagi Jawa Timur, pembangunan 270 Jembatan Perintis Garuda dan 81 sumber air bersih menjadi bagian dari penguatan infrastruktur dasar di tingkat desa. Infrastruktur tersebut diharapkan tidak berhenti pada fungsi fisik, tetapi mampu memperluas akses pendidikan, kesehatan, mobilitas, pertanian, serta kegiatan ekonomi masyarakat.

Pembangunan dari wilayah perdesaan tersebut pada akhirnya menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendorong pemerataan manfaat pembangunan hingga ke wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |