Lazada Dorong Seller Manfaatkan AI untuk Optimalkan Listing dan Tingkatkan Penjualan Online

1 day ago 16

Jakarta (pilar.id) – Lazada Indonesia mendorong para seller memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk mengoptimalkan listing produk, mulai dari judul, deskripsi, gambar, hingga kata kunci. Pemanfaatan AI dinilai dapat membantu seller membuat tampilan produk lebih menarik sekaligus menghemat waktu dalam mengelola toko online.

Dorongan tersebut sejalan dengan meningkatnya minat seller terhadap penggunaan AI dalam operasional bisnis. Riset Lazada bertajuk Bridging the AI Gap: Online Seller Perceptions and Adoption Trends in Southeast Asia menunjukkan 90 persen seller Indonesia yang disurvei menilai AI penting untuk meningkatkan produktivitas.

Riset yang sama mencatat 50 persen seller Indonesia yang disurvei masuk dalam kategori AI Aspirants. Kelompok ini merupakan seller yang mulai berinvestasi pada teknologi AI karena melihat potensinya untuk menangani pekerjaan yang lebih kompleks dan meningkatkan produktivitas.

Bagi seller dalam kelompok tersebut, teknologi untuk membuat dan mengoptimalkan listing produk atau AI smart listing, serta solusi pemasaran berbasis AI, termasuk aplikasi yang umum digunakan.

Head of Business Growth and Operations Lazada Indonesia Amelia Tediarjo mengatakan listing produk memiliki peran penting karena menjadi salah satu sarana seller untuk menjelaskan nilai dan keunggulan barang kepada calon pembeli.

Menurut Amelia, AI dapat membantu seller menyusun informasi produk secara lebih lengkap dan menarik, sehingga konsumen lebih cepat memahami produk yang ditawarkan sebelum mengambil keputusan pembelian.

AI Permudah Pembuatan dan Optimalisasi Listing

Untuk menjawab kebutuhan seller, Lazada menyediakan sejumlah solusi berbasis AI. Salah satunya AI Smart Listing yang dirancang untuk mempercepat proses pembuatan listing dengan mengisi atribut produk berdasarkan gambar atau kata kunci.

Lazada juga menghadirkan AI Smart Product Optimisation untuk membantu seller menemukan bagian dari listing yang masih dapat diperbaiki. Pengoptimalan tersebut mencakup judul, deskripsi, hingga gambar produk.

Dengan dukungan teknologi tersebut, proses memperbarui maupun memperbaiki listing dapat dilakukan lebih cepat. Seller pun dapat mengalokasikan waktu yang sebelumnya digunakan untuk pekerjaan administratif dan repetitif ke kegiatan lain yang lebih strategis.

Amelia menjelaskan, terdapat sejumlah langkah yang dapat diterapkan seller untuk memaksimalkan pemanfaatan AI dalam mengelola listing produk.

Pertama, seller dapat menggunakan AI untuk meningkatkan kualitas visual produk. Tampilan gambar menjadi salah satu elemen penting dalam perdagangan elektronik karena konsumen mengandalkan informasi visual sebelum menentukan pilihan.

Teknologi AI dapat membantu merapikan latar belakang gambar sehingga produk terlihat lebih bersih dan profesional. Pemanfaatan ini dinilai relevan terutama bagi seller di kategori fashion, aksesori, dan perlengkapan rumah tangga.

Kedua, seller perlu menjaga kualitas listing agar tetap relevan dengan perubahan tren pasar. Preferensi konsumen dan pola pencarian dapat berubah dengan cepat sehingga informasi produk perlu diperbarui secara berkala.

AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyesuaikan judul, deskripsi, serta kata kunci dengan tren pencarian yang sedang berkembang. Dengan informasi yang lebih relevan, produk berpeluang lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen.

Ketiga, penggunaan AI dapat membantu mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan operasional. Pengelolaan toko eCommerce membuat seller harus menangani berbagai pekerjaan secara bersamaan, termasuk membuat, memperbarui, dan memperbaiki listing.

Efisiensi tersebut dapat memberi seller lebih banyak waktu untuk berkonsentrasi pada pengembangan produk, peningkatan layanan pelanggan, dan penyusunan strategi penjualan yang lebih luas.

Riset Lazada juga menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dapat membantu menghemat waktu operasional seller sekaligus menyederhanakan pekerjaan yang bersifat repetitif.

Pelatihan Seller Ikut Diperkuat

Selain menyediakan teknologi, Lazada menyatakan tetap mengedepankan pengembangan kemampuan seller agar dapat memanfaatkan berbagai perangkat digital secara efektif.

Lazada menyediakan Lazada University sebagai sumber pembelajaran bagi seller. Platform tersebut dilengkapi berbagai materi untuk membantu pelaku usaha memahami pengelolaan bisnis di eCommerce.

Lazada juga menjadwalkan Lazada Seller Creator Camp pada 13 Agustus 2026. Program tersebut akan menghadirkan sejumlah ahli yang memberikan wawasan mengenai pemasaran, branding, dan fotografi produk.

Amelia mengatakan dukungan terhadap seller tidak hanya dilakukan melalui penyediaan teknologi. Menurut dia, kemampuan manusia tetap menjadi faktor penting dalam menentukan bagaimana berbagai tools, termasuk AI, digunakan untuk mengembangkan bisnis.

Karena itu, pelatihan dan pendampingan terus diberikan agar seller dapat memanfaatkan teknologi secara lebih efektif dan menggunakannya untuk mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Bagi ekosistem eCommerce, kombinasi antara teknologi AI dan peningkatan keterampilan seller menjadi semakin penting ketika persaingan mendapatkan perhatian konsumen berlangsung semakin ketat. Listing yang informatif, visual yang menarik, serta informasi yang relevan dapat membantu calon pembeli memahami produk sebelum melakukan transaksi.

Lazada Group sendiri menyebut telah beroperasi selama 14 tahun di Asia Tenggara dan hadir di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, serta Vietnam. Ekosistem Lazada saat ini menghubungkan 160 juta pelanggan dengan lebih dari satu juta seller aktif setiap bulan.

Di Indonesia, Lazada juga menyebut dirinya sebagai salah satu pionir Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Platform tersebut menawarkan layanan belanja dan pengiriman yang didukung jaringan logistik serta kanal pembayaran yang tersedia dalam ekosistemnya.

Pengembangan teknologi dan peningkatan kapasitas seller menjadi bagian dari upaya Lazada untuk mendorong pertumbuhan perdagangan elektronik yang berkelanjutan di Indonesia, termasuk melalui pemberdayaan talenta agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi digital. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |