BNI Dorong Nasabah Kelola Keuangan Keluarga Lebih Terencana lewat Layanan Digital wondr

3 hours ago 5

Jakarta (pilar.id) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat layanan perbankan digital untuk membantu nasabah mengelola keuangan secara lebih praktis dan terencana. Pengembangan layanan tersebut diarahkan tidak hanya untuk memudahkan transaksi, tetapi juga membantu nasabah membagi dana sesuai kebutuhan dan mempersiapkan berbagai tujuan finansial keluarga.

Salah satu pengalaman tersebut datang dari Agis Sukma Sejati, nasabah BNI sekaligus salah satu pemenang hadiah sepeda motor dalam program Rejeki wondr BNI 2025.

Agis memanfaatkan aplikasi wondr by BNI untuk mengatur tabungan dan memisahkan dana kebutuhan sehari-hari dari alokasi untuk rencana keuangan jangka panjang. Menurut dia, bertambahnya tanggung jawab keluarga membuat pengelolaan keuangan harus dilakukan dengan lebih disiplin.

Kemudahan mengakses layanan perbankan melalui aplikasi menjadi salah satu faktor yang membantunya menjaga kebiasaan menabung. Bagi Agis, rekening dan layanan perbankan BNI tidak sebatas menjadi tempat menyimpan hasil kerja, tetapi juga bagian dari upaya membangun fondasi keuangan keluarga.

Ia menilai pemisahan dana berdasarkan tujuan membuat pengeluaran rutin dapat tetap terkendali tanpa mengorbankan rencana yang ingin dicapai pada masa depan.

Wondr BNI Bantu Pisahkan Dana Sesuai Tujuan

Pengalaman Agis menggambarkan perubahan cara nasabah memanfaatkan layanan perbankan digital. Aktivitas perbankan tidak lagi terbatas pada transaksi, tetapi dapat menjadi bagian dari kebiasaan mengatur keuangan sehari-hari.

Dengan akses melalui aplikasi, pemantauan dan pengelolaan dana dapat dilakukan tanpa harus datang langsung ke kantor cabang. Fleksibilitas tersebut memberikan ruang bagi nasabah untuk memantau kondisi keuangan kapan saja sekaligus menjaga konsistensi dalam menjalankan rencana finansial.

Bagi keluarga, pemisahan dana berdasarkan kebutuhan dapat membantu membedakan pengeluaran rutin dengan target jangka panjang. Pola tersebut juga membuat perencanaan finansial lebih mudah dipantau karena setiap dana memiliki tujuan yang lebih jelas.

Agis menggambarkan BNI sebagai mitra dalam perjalanan keluarganya mencapai berbagai cita-cita. Menurutnya, layanan yang mudah dan praktis membuat keluarga dapat lebih fokus menjalankan rencana secara bertahap.

Pengalaman tersebut sekaligus menunjukkan bahwa layanan digital dapat berperan dalam membangun kebiasaan finansial yang lebih teratur. Pengguna tidak hanya melakukan pembayaran atau transfer, tetapi juga memanfaatkan layanan perbankan untuk mengelola dana sesuai prioritas.

BNI Dorong Transformasi Layanan untuk Kebiasaan Finansial Sehat

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan perubahan perilaku nasabah dalam mengelola keuangan menjadi salah satu faktor yang mendorong transformasi layanan perseroan.

Menurut Putrama, perkembangan perbankan membuat fungsi bank semakin luas. Perbankan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dana, tetapi juga dapat berperan sebagai mitra yang membantu masyarakat membangun kebiasaan finansial yang lebih baik.

BNI, kata dia, melihat keberhasilan layanan bukan semata-mata dari tingginya jumlah transaksi. Lebih jauh, layanan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dengan membantu nasabah mengelola keuangan, menyusun rencana masa depan, dan menjalani kebutuhan finansial dengan lebih tenang.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan transformasi BNI yang pada 2026 memasuki usia 80 tahun. Dalam momentum HUT ke-80, BNI mengusung tema “Swadharma Bhakti Nagara” sebagai penegasan komitmen perseroan untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi keuangan bagi masyarakat.

Pengembangan layanan digital menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut. Melalui layanan seperti wondr by BNI, perseroan berupaya menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih praktis sekaligus relevan dengan kebutuhan nasabah yang semakin beragam.

Pada akhirnya, pengelolaan keuangan keluarga membutuhkan konsistensi, pembagian prioritas, dan perencanaan yang jelas. Pengalaman Agis menunjukkan bagaimana layanan perbankan digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebiasaan tersebut.

Bagi BNI, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan perubahan teknologi, tetapi juga bagaimana inovasi tersebut dapat memberikan nilai tambah dalam kehidupan finansial nasabah. Dengan pengelolaan dana yang lebih terarah, masyarakat diharapkan dapat lebih siap memenuhi kebutuhan saat ini sekaligus mempersiapkan berbagai tujuan keuangan di masa mendatang. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |