Jakarta (pilar.id) – Bank Mandiri memperkuat komitmennya terhadap penciptaan kesempatan kerja yang inklusif melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Mandiri Sahabat Difabel. Program tersebut membekali sekitar 350 siswa penyandang disabilitas dari tujuh Sekolah Luar Biasa (SLB) di DKI Jakarta dengan keterampilan dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Program yang menggandeng Yayasan Institusi Disabilitas Indonesia (INDISI) itu berlangsung pada 20 Juli hingga 11 September 2026. Para peserta mengikuti pelatihan job readiness yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, serta kesiapan mereka memasuki lingkungan kerja.
Tidak berhenti pada pelatihan, peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian program akan mengikuti proses seleksi oleh Human Capital Bank Mandiri. Peserta yang lolos berkesempatan memperoleh pengalaman kerja melalui program magang di Bank Mandiri.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan menciptakan ekosistem yang memberikan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi di dunia kerja.
Menurut Adhika, pemberdayaan penyandang disabilitas perlu dilakukan dengan memberikan bekal yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk kompetensi, pola pikir, kepercayaan diri, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan profesional.
“Melalui program Mandiri Sahabat Difabel, kami ingin membekali para peserta dengan keterampilan, kepercayaan diri, dan kesiapan memasuki dunia kerja,” ujar Adhika di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Pelatihan dalam program tersebut mencakup sejumlah materi yang berkaitan langsung dengan persiapan memasuki dunia kerja. Peserta antara lain mendapatkan pembekalan mengenai self awareness, pembentukan mindset kerja, working attitude, kemampuan bekerja dalam tim, serta pengenalan terhadap lingkungan kerja.
Materi lainnya meliputi penyusunan curriculum vitae (CV), persiapan menghadapi dunia kerja, pemahaman mengenai hak dan kewajiban pekerja, hingga simulasi wawancara kerja.
Keseluruhan materi dikemas dalam 90 sesi pelatihan yang terbagi menjadi 15 kelas. Model pembelajaran tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berlatih menghadapi situasi yang mungkin ditemui ketika memasuki dunia kerja.
Bank Mandiri menilai kesiapan kerja menjadi salah satu aspek penting dalam memperluas kesempatan penyandang disabilitas di pasar tenaga kerja. Selain kompetensi teknis, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, memahami lingkungan profesional, dan membangun kepercayaan diri juga menjadi bagian dari proses pemberdayaan.
Kolaborasi dengan Yayasan Institusi Disabilitas Indonesia (INDISI) menjadi salah satu unsur dalam pelaksanaan program. Kemitraan tersebut diarahkan untuk memastikan materi dan metode pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta penyandang disabilitas.
Adhika menilai kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar program pemberdayaan masyarakat dapat memberikan dampak yang lebih berkelanjutan. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan daya saing dan mengembangkan potensi.
Setelah seluruh rangkaian pelatihan berakhir, proses seleksi oleh Human Capital Bank Mandiri akan menjadi tahap berikutnya bagi peserta yang ingin mendapatkan pengalaman kerja melalui program magang.
Kesempatan tersebut menjadi bagian penting dari program karena peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai dunia kerja, tetapi juga berpeluang mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan perusahaan.
Program Mandiri Sahabat Difabel sekaligus memperkuat agenda Bank Mandiri dalam menjalankan TJSL yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Perseroan menempatkan inklusivitas sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang memungkinkan lebih banyak kelompok masyarakat memperoleh kesempatan berkembang.
Ke depan, Bank Mandiri menyatakan akan melanjutkan berbagai inisiatif pemberdayaan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Program tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia sekaligus memperkuat pembangunan nasional yang lebih inklusif.
Melalui Mandiri Sahabat Difabel, Bank Mandiri berharap semakin banyak penyandang disabilitas memiliki kompetensi, pengalaman, dan kepercayaan diri untuk memasuki dunia kerja serta berkontribusi secara optimal dalam perekonomian. (ret/hdl)

1 day ago
12





























