PHE Genjot Pemboran Migas untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional dan Dukung Target Rendah Karbon

9 hours ago 6

Jakarta (pilar.id) – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui peningkatan aktivitas pemboran serta eksplorasi migas secara masif di berbagai wilayah Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung target pemerintah dalam menjaga ketahanan energi, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus mewujudkan komitmen pembangunan rendah karbon.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Virano Nasution, saat membuka SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition 2026 yang berlangsung di Bali pada 5–6 Agustus 2026.

Menurut Virano, ketersediaan energi nasional berawal dari keberhasilan pengembangan sumur pemboran. Karena itu, PHE terus memperkuat kegiatan operasional untuk mempertahankan produksi di lapangan migas yang telah matang (mature field), membuka potensi cadangan baru terutama di kawasan Indonesia Timur, serta mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi sebagai salah satu sumber energi masa depan.

Virano menegaskan bahwa energi memiliki peran strategis bagi kehidupan masyarakat Indonesia yang tersebar di lebih dari 17 ribu pulau. Oleh sebab itu, penguatan sektor hulu migas menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional sekaligus mendukung pembangunan ekonomi.

Pemboran Masif Dilakukan di Berbagai Wilayah Kerja

Untuk merealisasikan target tersebut, PHE menjalankan program pemboran dengan intensitas tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Program itu mencakup pengeboran ratusan sumur pengembangan, pekerjaan workover sumur, hingga peningkatan aktivitas eksplorasi di seluruh wilayah kerja perusahaan, baik di darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore).

Kegiatan tersebut dilakukan di berbagai daerah strategis, mulai dari Blok Rokan, Sumatra Selatan, Kalimantan, hingga wilayah Indonesia Timur yang dinilai masih memiliki potensi sumber daya migas cukup besar.

Konferensi yang mengusung tema “Transforming Drilling and Wells for an Efficient and Intelligent Energy Future” itu turut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Deputi Eksploitasi SKK Migas Surya Widyantoro, jajaran pimpinan PT Pertamina (Persero) dan PHE, pimpinan Society of Petroleum Engineers (SPE) serta International Association of Drilling Contractors (IADC), para duta besar negara sahabat, hingga ratusan delegasi industri energi dari berbagai negara.

PHE Dorong Inovasi Teknologi dan Regenerasi Talenta Energi

Virano menjelaskan, tantangan industri hulu migas di kawasan Asia Pasifik semakin kompleks. Sumur-sumur masa depan memiliki karakteristik tekanan dan temperatur yang lebih tinggi serta berada di lokasi yang semakin sulit dijangkau. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan teknologi modern, armada rig yang andal, sumber daya manusia berkualitas, riset akademik, dan regulasi yang mampu mendorong investasi.

Ia menambahkan, industri hulu migas Indonesia memerlukan percepatan transfer teknologi di bidang eksplorasi, pemboran pengembangan, Enhanced Oil Recovery (EOR), hingga Carbon Capture and Storage (CCS) sebagai bagian dari transformasi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Virano juga mengajak generasi muda untuk melihat industri pemboran sebagai sektor strategis yang memiliki peran penting dalam masa depan energi. Menurutnya, pembangunan sumur panas bumi, pemenuhan kebutuhan energi nasional dan regional, hingga pengembangan fasilitas penyimpanan karbon tidak akan terwujud tanpa kontribusi para insinyur pemboran, ahli geologi, dan geofisikawan yang kompeten.

Perkuat Tata Kelola dan Operasi Berkelanjutan

Selain meningkatkan kapasitas operasional, PHE menegaskan komitmennya menjalankan bisnis hulu migas yang berkelanjutan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Perusahaan juga terus memperkuat budaya kepatuhan, tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), serta upaya pencegahan fraud untuk menciptakan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan berintegritas.

Melalui investasi berkelanjutan di sektor hulu migas, penguatan inovasi teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia, PHE menargetkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan energi Indonesia sekaligus mendukung agenda transisi energi dan pembangunan ekonomi nasional di masa depan. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |