Surabaya (pilar.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menetapkan tiga anggota direksi baru Perumda Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya untuk masa jabatan periode 2026–2029. Penetapan manajemen baru ini diharapkan menjadi pendorong utama dalam perbaikan kualitas pelayanan air bersih serta penguatan kinerja BUMD milik kota pahlawan tersebut.
Keputusan tersebut tertuang dalam pengumuman hasil seleksi resmi Nomor 11/PANSEL/VIII/2026. Dalam keputusan itu, Pemkot Surabaya menunjuk Tias Alvin Papatria sebagai Direktur Utama, didampingi oleh Sayid Mochamad Iqbal yang menduduki posisi Direktur Pelayanan, serta Bagus Andi Puspito sebagai Direktur Operasi.
Proses pengangkatan jajaran kepemimpinan baru ini dilakukan secara ketat melalui rangkaian uji kelayakan, komprehensif, dan transparan untuk memastikan kapabilitas para pejabat terpilih dalam mengelola kebutuhan dasar warga Surabaya.
Tahapan Seleksi Ketat Sesuai Regulasi dan Izin Kemendagri
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan penjaringan telah mengacu pada Regulasi Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 serta Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 37 Tahun 2018.
Proses seleksi meliputi penyaringan administrasi, psikotes, ujian tertulis keahlian, Focus Group Discussion (FGD), presentasi rancangan bisnis, hingga tahap wawancara akhir. Selain itu, aspek kepemimpinan, integritas, dan rekam jejak kepatuhan hukum calon direksi menjadi poin penilaian mutlak.
Sebelum penetapan resmi dilakukan pada Rabu (5/8/2026), Pemkot Surabaya juga telah mengantongi pertimbangan teknis dari Kementerian Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah. Langkah ini mengacu pada ketentuan Pasal 7 Permendagri Nomor 23 Tahun 2024 tentang Organ dan Kepegawaian BUMD Air Minum.
Penyeimbang Antara Keuntungan Bisnis dan Fungsi Pelayanan Publik
Vykka menegaskan bahwa tantangan utama bagi jajaran manajemen di bawah pimpinan Tias Alvin Papatria adalah menjaga keseimbangan antara kesehatan finansial perusahaan dan pemenuhan fungsi sosial. Sebagai penyedia layanan kebutuhan pokok masyarakat, indikator keberhasilan PDAM Surya Sembada tidak hanya diukur dari angka laba bersih semata.
Penerapan Good Corporate Governance (GCG), transparansi tata kelola, dan akuntabilitas menjadi syarat mutlak yang dibebankan kepada manajemen baru. Pemkot Surabaya mendorong agar direksi terpilih mampu beradaptasi cepat dengan dinamika lapangan serta tuntutan transparansi publik yang kian tinggi.
Kehadiran direksi baru ini diproyeksikan mampu mengevaluasi kendala operasional yang ada sekaligus mempercepat modernisasi infrastruktur distribusi air di seluruh pelosok Kota Surabaya.
Tiga Fokus Utama Direksi PDAM Surya Sembada Periode 2026–2029
Memasuki masa kerja baru, Pemkot Surabaya telah menitipkan tiga prioritas strategis yang harus segera dieksekusi oleh jajaran direksi PDAM Surya Sembada, antara lain:
- Peningkatan Kualitas dan Kontinuitas Layanan: Memastikan pasokan air minum mengalir lancar, bersih, dan merata ke seluruh pelanggan.
- Penguatan Kesehatan Finansial & Operasional: Melakukan efisiensi serta perbaikan manajemen operasional secara berkesinambungan.
- Perluasan Manfaat Sosial: Menghadirkan inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga Kota Surabaya.
Melalui arah kebijakan ini, jajaran direksi periode 2026–2029 dituntut untuk langsung tancap gas tanpa harus melalui proses penyesuaian yang berlarut-larut. Inovasi teknologi dan efisiensi penanganan keluhan pelanggan menjadi tolok ukur nyata yang dinantikan masyarakat Surabaya dalam kurun waktu mendatang. (ret/hdl)

1 day ago
12






























