Bogor (pilar.id) – Inisiatif “Sekolah: Mitra Menuju Masa Depan” (PASCH) yang digagas Goethe-Institut Indonesien resmi memperpanjang kemitraan dengan 29 sekolah di Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terbaru di ibis Styles Bogor Raya, Kamis (6/8). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen memperkuat pembelajaran bahasa Jerman, memperluas pertukaran budaya, serta membangun jejaring pendidikan internasional bagi pelajar Indonesia.
Program PASCH telah berjalan sejak 2008 dan secara konsisten mendukung peningkatan kualitas pengajaran bahasa Jerman di berbagai sekolah mitra di Indonesia. Selain aspek akademik, inisiatif ini juga mendorong lahirnya komunitas pelajar yang memiliki wawasan global melalui berbagai program pertukaran dan kolaborasi lintas budaya.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Wakil Direktur Goethe-Institut Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, Ulrike Drissner, bersama kepala sekolah dari 29 sekolah mitra PASCH. Kegiatan tersebut berlangsung di sela Perkemahan Remaja (Schülercamp) PASCH dan turut disaksikan Kepala Bagian Kebudayaan dan Informasi Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Jakarta, Nina Helbach, bersama 58 pelajar dan 29 koordinator PASCH dari seluruh sekolah mitra.
Jaringan sekolah mitra PASCH di Indonesia tersebar di berbagai daerah, di antaranya Jakarta, Tangerang Selatan, Tangerang, Bogor, Bandung, Tasikmalaya, Surabaya, Magelang, Yogyakarta, Malang, Denpasar, Mataram, Sorong, Banda Aceh, Aceh Besar, Tapanuli Tengah, Maumere, Ambon, Samarinda, hingga Manado.
Perkuat Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Jerman
Dalam kesempatan tersebut, Nina Helbach menegaskan bahwa inisiatif PASCH menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan Indonesia dan Jerman melalui investasi pada generasi muda. Menurutnya, perpanjangan nota kesepahaman mencerminkan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, bahasa, dan pertukaran budaya.
Helbach juga mengapresiasi keterlibatan para siswa dalam mempresentasikan gagasan mengenai keberlanjutan selama kegiatan Schülercamp. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan semangat inovasi dan orientasi masa depan yang menjadi karakter jaringan PASCH di Indonesia.
Sementara itu, Ulrike Drissner menjelaskan bahwa pembaruan kemitraan bukan sekadar memperpanjang kerja sama administratif, tetapi juga mempertegas komitmen bersama dalam memperluas akses pendidikan internasional bagi siswa dan guru. Melalui penguatan pembelajaran bahasa Jerman, pertukaran budaya, dan berbagai peluang pendidikan, PASCH berharap mampu membuka prospek jangka panjang bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Guru dan Siswa Peroleh Dukungan Program Internasional
Melalui nota kesepahaman yang baru, PASCH dan Goethe-Institut Indonesien akan terus memberikan pendampingan kepada sekolah mitra dalam meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Jerman. Dukungan tersebut meliputi konsultasi penyusunan kurikulum, pengembangan metodologi pembelajaran, hingga penyediaan materi ajar terbaru.
Selain itu, guru bahasa Jerman berkesempatan mengikuti program peningkatan kompetensi, termasuk memperoleh beasiswa pelatihan dan kursus bahasa di Indonesia maupun di Jerman. Kesempatan serupa juga diberikan kepada siswa berprestasi melalui berbagai program pendidikan internasional yang diselenggarakan Goethe-Institut.
Sekolah-sekolah mitra PASCH juga tetap memperoleh akses mengikuti ujian bahasa Jerman berstandar internasional dari Goethe-Institut serta dukungan dalam membangun jejaring dengan sekolah-sekolah mitra di Jerman. Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan sekaligus membuka peluang melanjutkan pendidikan di tingkat internasional.
Schülercamp Angkat Isu Keberlanjutan dan Lingkungan
Perpanjangan kemitraan PASCH tahun ini bertepatan dengan pelaksanaan Perkemahan Remaja (Schülercamp) PASCH yang berlangsung pada 3–6 Agustus 2026 di Bogor dengan tema “Pangan, Konsumsi, dan Tanggung Jawab”.
Sebanyak 58 pelajar dari sekolah mitra mengikuti berbagai lokakarya, pembelajaran bahasa Jerman, serta diskusi mengenai ekonomi sirkular, perilaku konsumsi pangan, dan upaya menghadapi perubahan iklim. Sejumlah kegiatan dilaksanakan di berbagai lokasi di Bogor, termasuk IPB University.
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah kegiatan bersama Yayasan Veritas Edukasi Lingkungan yang dipandu Direktur Yayasan Veritas Edukasi Lingkungan, Benedict Wermter, yang dikenal melalui akun Instagram @bulesampah. Dalam kegiatan tersebut, para peserta melakukan aksi bersih-bersih dan pengumpulan sampah di kawasan Alun-Alun Kota Bogor sebagai bentuk implementasi pembelajaran mengenai keberlanjutan.
Pada waktu yang sama, 29 koordinator PASCH juga mengikuti sesi penguatan kapasitas bersama para pakar internasional mengenai integrasi tema keberlanjutan dalam pembelajaran bahasa Jerman, serta pengenalan budaya dan kehidupan masyarakat di negara-negara berbahasa Jerman.
Sebagai informasi, PASCH merupakan prakarsa Kementerian Luar Negeri Jerman yang dijalankan bersama Badan Pusat Pendidikan Luar Negeri (ZfA), Goethe-Institut, Dinas Pertukaran Akademis Jerman (DAAD), dan Dinas Pertukaran Pedagogis (PAD) di bawah Sekretariat Konferensi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Federal Jerman. Melalui kolaborasi tersebut, PASCH terus memperkuat kualitas pendidikan bahasa Jerman sekaligus memperluas peluang kolaborasi internasional bagi pelajar dan tenaga pendidik di Indonesia. (usm/hdl)

8 hours ago
7





























