IHSG Tembus 6.000 dan Rupiah Menguat, Saham BUMN Jadi Motor Penggerak Kepercayaan Investor

7 hours ago 9

Jakarta (pilar.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tren positif dengan menembus level psikologis 6.000 pada perdagangan Jumat (12/6/2026). Penguatan indeks yang berlangsung dalam empat hari terakhir tersebut terjadi seiring membaiknya nilai tukar rupiah dan meningkatnya aktivitas beli pada sejumlah saham unggulan, khususnya emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hingga pukul 14.40 WIB, IHSG tercatat menguat 180 poin atau 3,10 persen ke level 6.069. Kenaikan ini menjadi salah satu penguatan harian terbesar dalam beberapa pekan terakhir dan memberikan sinyal positif bagi pasar setelah sempat menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global.

Reli pasar kali ini terutama ditopang oleh saham-saham BUMN yang menjadi incaran investor domestik maupun asing sejak awal perdagangan. Sektor pertambangan BUMN memimpin penguatan dengan kenaikan sekitar 7 persen, diikuti saham-saham perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Saham BUMN Jadi Penopang Utama Penguatan Pasar

Dominasi saham BUMN dalam mendorong kenaikan IHSG dinilai mencerminkan tingginya minat investor terhadap emiten yang memiliki fundamental kuat dan prospek jangka panjang yang dinilai stabil.

Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menilai penguatan IHSG dan rupiah merupakan cerminan meningkatnya optimisme pasar terhadap kondisi ekonomi nasional. Menurutnya, investor global maupun domestik masih melihat Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi yang menjanjikan di tengah berbagai tantangan ekonomi dunia.

Dony menjelaskan bahwa performa saham-saham BUMN tidak terlepas dari proses transformasi bisnis yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Transformasi tersebut dinilai berhasil memperkuat kinerja perusahaan, meningkatkan efisiensi, serta menjaga daya tahan bisnis di tengah dinamika ekonomi global.

Selain berdampak pada pasar keuangan, stabilitas investasi juga diyakini dapat memberikan efek berantai terhadap sektor riil, mulai dari menjaga stabilitas harga, meningkatkan aktivitas ekonomi, hingga membuka peluang penciptaan lapangan kerja baru.

Koordinasi Pemerintah dan BI Perkuat Sentimen Positif

Penguatan pasar saham dan rupiah terjadi setelah sejumlah langkah strategis yang ditempuh pemerintah bersama otoritas moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Salah satu langkah penting adalah keputusan Bank Indonesia yang menyesuaikan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen pada Selasa (9/6/2026). Kebijakan tersebut dipandang sebagai upaya untuk memperkuat kepercayaan pelaku pasar sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan.

Di saat yang sama, koordinasi antara pemerintah, DPR, dan otoritas keuangan juga terus diperkuat. Sejak awal Juni 2026, sejumlah pertemuan lintas lembaga digelar guna menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Pertemuan tersebut melibatkan pimpinan DPR RI, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta pimpinan Komisi XI DPR. Konsolidasi kemudian diperluas dengan melibatkan Danantara, perbankan Himbara, BPJS, dan perusahaan asuransi BUMN.

Momentum Pemulihan Kepercayaan Pasar

Kembalinya IHSG ke atas level 6.000 menjadi indikator penting bagi pasar modal Indonesia setelah periode volatilitas yang dipengaruhi sentimen global. Kenaikan yang berlangsung beriringan dengan penguatan rupiah menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia mulai menguat.

Analis pasar menilai keberhasilan menjaga koordinasi kebijakan ekonomi serta solidnya kinerja emiten-emiten besar, terutama BUMN, menjadi faktor utama yang mendukung pemulihan sentimen investor.

Jika tren positif ini berlanjut, penguatan pasar saham berpotensi menjadi momentum untuk menarik arus modal yang lebih besar ke Indonesia sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |