UINSA Dukung Platform Insight Diktis, Langkah Strategis PTKIN Gaet 100.000 Mahasiswa Asing

3 hours ago 6

Surabaya (pilar.id) – Upaya memperkuat internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terus dipercepat oleh Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis). Salah satu langkah strategis yang kini disiapkan adalah peluncuran Platform Insight (International Scholarship on Islamic Higher Education), sebuah sistem digital terpadu untuk pengelolaan beasiswa dan penerimaan mahasiswa asing di lingkungan PTKIN.

Mendukung agenda tersebut, International Office (IO) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) turut mengikuti sosialisasi daring yang digelar Diktis Kemenag. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan implementasi platform yang ditargetkan resmi diluncurkan pada akhir Juni 2026.

Platform Insight dirancang sebagai pusat layanan terpadu yang menghubungkan calon mahasiswa internasional dengan kampus-kampus PTKIN di seluruh Indonesia. Kehadiran sistem ini sekaligus menjadi instrumen untuk memperkuat daya saing perguruan tinggi Islam Indonesia di tingkat global.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari target nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan jumlah mahasiswa asing di Indonesia hingga mencapai 100.000 orang pada 2029. Saat ini, jumlah mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan di bawah naungan PTKIN masih berada di kisaran 1.200 mahasiswa.

Melalui Platform Insight, Diktis berharap proses promosi, pendaftaran, seleksi, hingga pemantauan mahasiswa asing dapat dilakukan secara lebih terintegrasi. Selain memperluas akses bagi calon mahasiswa internasional, sistem ini juga dinilai dapat mendukung peningkatan reputasi akademik dan akreditasi institusi.

Dalam pemaparannya, tim pengembang menjelaskan bahwa Insight akan berfungsi layaknya marketplace pendidikan berbasis digital. Setiap PTKIN diberikan kewenangan untuk menampilkan informasi kampus, program studi, kuota penerimaan, serta berbagai skema beasiswa yang tersedia, baik beasiswa penuh maupun parsial.

Sistem tersebut mengakomodasi tiga kategori pengguna, yakni admin nasional yang dikelola Diktis, admin institusi dari masing-masing perguruan tinggi, dan calon mahasiswa asing sebagai pelamar. Melalui dashboard khusus, kampus dapat mengelola pembukaan pendaftaran, menentukan persyaratan dokumen, hingga melakukan proses seleksi dan verifikasi pelamar secara mandiri. Sementara itu, pengawasan dan persetujuan akhir tetap berada di bawah koordinasi Diktis sebagai administrator nasional.

Sesi diskusi dalam sosialisasi juga menyoroti mekanisme transisi bagi mahasiswa asing yang telah diterima sebelum platform resmi beroperasi. Menanggapi hal tersebut, Diktis memastikan bahwa seluruh proses seleksi maupun pengurusan visa yang sedang berjalan di masing-masing kampus dapat dilanjutkan sesuai prosedur yang berlaku.

Untuk menjaga integrasi data secara nasional, Diktis akan menyediakan fitur impor data yang memungkinkan seluruh mahasiswa asing, baik peserta program gelar maupun non-gelar seperti short course, tercatat dalam sistem Insight. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung pemantauan, evaluasi, dan pengambilan kebijakan berbasis data.

Menjelang peluncuran resmi yang dijadwalkan pada 30 Juni 2026, Diktis telah menetapkan sejumlah tahapan yang harus dipenuhi oleh seluruh PTKIN. Dalam agenda grand launching tersebut, Kementerian Agama berencana mengundang 58 duta besar negara sahabat guna memperluas promosi pendidikan tinggi Islam Indonesia kepada komunitas internasional.

Sebagai tindak lanjut, para rektor PTKIN diminta segera menetapkan Admin Perguruan Tinggi yang bertanggung jawab mengelola akun institusi dalam sistem. Selain itu, data program studi, kuota penerimaan, serta skema beasiswa masing-masing kampus harus telah diverifikasi paling lambat pada 25 Juni 2026.

Partisipasi International Office UINSA dalam sosialisasi ini menunjukkan komitmen kampus untuk mendukung transformasi layanan internasional dan memperluas jejaring akademik global. Dengan integrasi data yang lebih terstruktur melalui Platform Insight, PTKIN diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari berbagai negara. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |