SKK Migas Jabanusa Gandeng Mahasiswa PMII UPI Sumenep, Perkuat Edukasi Industri Hulu Migas

20 hours ago 12

Surabaya (pilar.id) – SKK Migas Perwakilan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) bersama sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Sumenep memperkuat sinergi dengan kalangan mahasiswa melalui kegiatan audiensi dan edukasi industri hulu migas.

Kegiatan tersebut melibatkan pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas PGRI (UPI) Sumenep dan menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih transparan serta kolaboratif antara industri energi dengan dunia akademik.

Dalam kegiatan yang berlangsung di kantor SKK Migas Jabanusa itu, hadir pula perwakilan KKKS wilayah Sumenep seperti Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), Kangean Energi Indonesia (KEI), serta MedcoEnergi.

SKK Migas Dorong Pemahaman Industri Hulu Migas

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa, Febrian Ihsan, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam memahami industri hulu migas menjadi langkah penting untuk membangun perspektif yang objektif mengenai sektor energi nasional.

Menurutnya, industri hulu migas memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari tingkat nasional hingga masyarakat di sekitar wilayah operasi migas.

Febrian menjelaskan, SKK Migas bersama KKKS terus berkomitmen membuka ruang edukasi bagi generasi muda agar memahami proses bisnis industri migas secara menyeluruh, termasuk aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, hingga kontribusi sosial kepada masyarakat.

Ia juga menilai mahasiswa dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang benar mengenai industri migas kepada publik.

Mahasiswa Diperkenalkan pada Proses Bisnis dan Teknologi Migas

Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak mengeksplorasi fasilitas Migas Corner yang berada di lingkungan SKK Migas Jabanusa. Melalui program edukasi itu, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai sejarah industri migas Indonesia, skema kontrak kerja sama, hingga dampak ekonomi yang dihasilkan sektor energi terhadap daerah.

Mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dijalankan industri hulu migas melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM).

Selain sesi pemaparan materi, peserta turut merasakan pengalaman imersif berupa simulasi visual bekerja di fasilitas migas lepas pantai atau offshore. Simulasi tersebut memberikan gambaran mengenai standar keselamatan tinggi yang diterapkan dalam operasional industri migas modern.

Ketua Komisariat PMII UPI Sumenep, Diky Alamsyah, mengapresiasi keterbukaan SKK Migas Jabanusa dan KKKS wilayah Sumenep dalam memberikan edukasi langsung kepada mahasiswa.

Ia menilai kegiatan tersebut membantu mahasiswa memahami industri migas secara lebih utuh, terutama terkait aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan dampak ekonomi yang dihasilkan sektor tersebut.

PMII Serahkan Policy Brief untuk Penguatan Komunikasi Publik

Dalam kesempatan yang sama, Komisariat PMII UPI Sumenep juga menyerahkan dokumen policy brief kepada SKK Migas Jabanusa dan perwakilan KKKS wilayah Sumenep.

Dokumen tersebut berisi sejumlah masukan konstruktif terkait pengembangan pusat informasi migas dan penguatan komunikasi publik industri energi ke depan.

SKK Migas Jabanusa menyatakan masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas edukasi publik dan memperluas keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memahami sektor energi nasional.

Kolaborasi antara industri hulu migas dan kalangan akademisi dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun literasi energi yang lebih baik sekaligus memperkuat dukungan publik terhadap keberlanjutan sektor migas Indonesia. (ren)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |