BPK Penabur Jakarta Dorong Pembelajaran Holistik Lewat Spirit of Challenge 2025

2 weeks ago 20

loading...

BPK Penabur Jakarta menggelar program Spirit of Challenge 2025 yang membawa siswa belajar langsung di masyarakat. Foto/Istimewa.

JAKARTA - BPK PENABUR Jakarta menggelar program Spirit of Challenge 2025 yang membawa peserta didik SLTAK Penabur Jakarta keluar dari ruang kelas untuk belajar secara langsung di tengah masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada 7-12 Maret 2025 ini diikuti oleh 138 siswa kelas 11 yang diajak menjelajahi berbagai lokasi di Banyuwangi untuk mendalami pelestarian lingkungan, budaya lokal, hingga kegiatan sosial.

Kepala Divisi Pendidikan BPK PENABUR Jakarta Kumalasari Onggobawono mengatakan, Spirit of Challenge merupakan implementasi pendidikan holistik yang menanamkan nilai akademik sekaligus keterampilan sosial kepada peserta didik.

“Kami ingin siswa belajar tidak hanya dari buku, tetapi juga dari pengalaman nyata di lapangan, berinteraksi dengan masyarakat, dan memahami langsung tantangan kehidupan,” katanya, melalui siaran pers, Rabu (19/3/2025).

Dalam kegiatan ini, siswa mengunjungi Taman Nasional Baluran untuk mempelajari keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan.

Mereka juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat di Desa Wisata Tamansari, Banyuwangi. Di sini, siswa belajar membuat anyaman bambu, memasak kue tradisional, dan menampilkan tari Gandrung di hadapan warga setempat.

“Saya bangga bisa tampil membawakan tari Gandrung bersama teman-teman dari berbagai sekolah,” ujar Ashley Arienna Rusli, siswa SMAK PENABUR Kota Wisata.

Selain itu, para siswa juga mempelajari pengolahan kopi tradisional di Kampung Kopi Gombengsari, serta menanam terumbu karang bersama pengelola Bangsring Underwater untuk mendukung pelestarian biota laut.

Spirit of Challenge tidak hanya berisi pembelajaran di lapangan, tetapi juga mendorong siswa berbagi ilmu dengan warga setempat. Di Kampung Baca Taman Rimba (Batara), siswa menjadi tutor bagi warga belajar yang sebagian besar merupakan lansia buta aksara.

Gabriel Kenji, siswa Penabur Intercultural School Tanjung Duren, mengaku menghadapi tantangan saat mengajar karena keterbatasan bahasa.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |