loading...
Wakaf Al-Quran braille untuk pelajar disabilitas netra (distra) di Jakarta dan Sukabumi. Foto/Istimewa.
JAKARTA - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) bermitra dengan Sekolah Relawan menyalurkan 20 Al-Qur’an braille untuk pelajar disabilitas netra (distra) di Jakarta dan Sukabumi.
Wakaf Al-Quran braille ini merupakan hasil dari partisipasi karyawan yang difasilitasi oleh Perusahaan. Penyaluran secara simbolis dilakukan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 7 Jakarta Timur sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses literasi keagamaan bagi para distra.
Kegiatan wakaf Al-Qur’an braille ini bukan sekadar aksi sosial semata, namun juga menjawab kebutuhan mendesak di kalangan distra muslim di Indonesia yang masih memiliki keterbatasan dalam memahami dan mempelajari Al-Qur’an braille.
Menurut data Kementerian Sosial (Kemensos), terdapat sekitar 11,1 juta orang dengan keterbatasan penglihatan di Indonesia. Namun jumlah pengajar Al-Qur’an braille yang terbatas serta biaya produksi mushaf yang tinggi menjadi kendala utama bagi para distra untuk mempelajari kitab suci Al-Quran.
Head of Corporate Communication & External Relations Garudafood, Dian Astriana mengatakan bahwa penyaluran wakaf Al-Qur'an braille merupakan upaya inklusif dari Garudafood dalam memastikan bahwa hak setiap individu untuk mengakses Al-Qur'an terpenuhi, termasuk bagi para penyandang disabilitas netra (distra), sekaligus menjadi bagian dari komitmen Perusahaan untuk mendukung pendidikan spiritual dan literasi Al-Qur'an yang setara bagi semua kalangan.
“Wakaf Al-Qur’an braille, khususnya untuk adik-adik distra diharapkan dapat memenuhi kebutuhan spiritual mereka, terutama di bulan suci Ramadan. Ini adalah bagian dari komitmen Garudafood dalam menghargai keberagaman dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif,” ujar Dian Astriana, melalui siaran pers, Rabu (19/3/2025).
Tak hanya menyalurkan Al-Qur’an braille, pada kesempatan yang sama, Garudafood juga memberikan pendampingan pelatihan membaca Al-Quran braille dengan bimbingan dari guru ngaji yang menguasai metode braille.
Kepala SLB Negeri 7 Jakarta Timur, Elda Refni menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Garudafood kepada para siswa di sekolahnya. Ia berharap inisiatif ini dapat berkelanjutan sehingga lebih banyak pelajar distra yang mendapatkan kesempatan belajar Al-Qur’an.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan Garudafood kepada para siswa di SLB Negeri 7 Jakarta Timur. Harapan kami, inisiatif ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak pelajar tunanetra yang memiliki kesempatan lebih mudah dalam belajar Al-Qur’an,” tutur Elda Refni.
Momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat bagi Garudafood untuk memperluas dampak sosial. Selain wakaf Al-Qur’an braille, Garudafood juga menggelar berbagai kegiatan sosial lainnya, seperti santunan kepada ratusan anak yatim piatu dan dhuafa, berbagi ribuan paket takjil, baik di lingkungan kantor pusat (head office) maupun pabrik.
Melalui beragam kegiatan ini, Garudafood ingin memastikan bahwa setiap individu tanpa terkecuali, memiliki kesempatan untuk mendapatkan akses terhadap ilmu agama dan merasakan kebersamaan dengan berbagi di bulan suci Ramadan.
(nnz)