Ajang VCI 2026: Panggung bagi Siswa untuk Bertransformasi dari Pelajar Menjadi Pemimpin Bisnis

18 hours ago 6

loading...

Foto: Doc. Istimewa

Dalam upaya mengejar target rasio kewirausahaan nasional sebesar 12 persen menuju Indonesia Emas 2045, Redea Institute (dahulu HighScope Indonesia Institute) kembali menggelar program tahunan Virtual Company Indonesia (VCI). Acara yang memuncak pada hari ini di HighScope Indonesia TB Simatupang tersebut menjadi panggung bagi Generasi Z untuk mentransformasi teori kelas menjadi aksi bisnis nyata.

Program VCI tahun ini melibatkan kolaborasi lintas institusi, mempertemukan siswa dari SMA HighScope Indonesia (Bali dan Jakarta) dengan siswa dari berbagai sekolah negeri seperti SMKN 18, SMKN 20, SMKN 43, dan SMKN 51 Jakarta. Persaingan ini membuktikan bahwa latar belakang ekonomi, termasuk siswa penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP), bukan hambatan untuk menunjukkan kompetensi manajerial yang unggul di hadapan praktisi industri.

Menjembatani Teori dan Praktik

Pendiri dan CEO Redea Institute, Antarina S.F. Amir, menegaskan bahwa tantangan pendidikan masa kini adalah minimnya implementasi. Melalui VCI, siswa diajak keluar dari zona nyaman buku teks untuk mengambil keputusan di tengah ketidakpastian dunia bisnis.

"Anda tidak sekadar menyerap teori, melainkan terjun langsung dalam dinamika pengambilan keputusan bisnis. Anda telah mendobrak siklus lama," ujar Antarina saat membuka acara.

Dukungan senada datang dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Ibu Nahdiana. Beliau menyebutkan bahwa kegiatan ini selaras dengan strategi transformasi vokasi yang dicanangkan oleh Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno. Menariknya, Nahdiana mengutip riset dari University of Arizona yang menyebut siswa aktif dalam kompetisi bisnis memiliki peluang sukses tiga kali lebih besar di masa depan.
Inovasi Gen Z: Dari Minyak Jelantah hingga Strategi Marketing

Dewan juri yang terdiri dari tokoh industri seperti Jacky Mussry (MarkPlus Institute), Syukriyatun Ni’amah (Robries), dan Erwin Octavia (Makeblock Indonesia) mengaku terkesan dengan kedalaman ide peserta yang sudah mengadopsi prinsip Sustainability dan ESG (Environmental, Social, and Governance). Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah pengolahan minyak jelantah menjadi produk kain.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |