Badak LNG Raih PROPER Emas ke-15, Tegaskan Komitmen Industri Energi Berkelanjutan

7 hours ago 9

Jakarta (pilar.id) – Badak LNG kembali mencatatkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan PROPER Emas untuk ke-15 kalinya. Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut diserahkan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (7/4), dan diterima langsung oleh President Director & CEO Badak LNG, Achmad Khoiruddin.

Capaian ini mempertegas konsistensi Badak LNG sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina dalam menjalankan praktik industri energi yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta berorientasi pada tanggung jawab sosial.

Sejak pertama kali diraih pada 2011, penghargaan PROPER Emas ke-15 ini mencerminkan keberlanjutan strategi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara operasional bisnis dan pelestarian lingkungan. PROPER sendiri merupakan program penilaian kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang menjadi acuan nasional.

Pada 2025, Badak LNG memperkuat posisinya melalui berbagai inovasi teknologi yang berdampak signifikan terhadap pengurangan emisi. Salah satu terobosan utama adalah otomatisasi sistem pengendalian antisurge pada kompresor refrigeran, yang mampu menekan konsumsi energi pada produksi LNG. Inovasi ini berkontribusi pada penurunan potensi pemanasan global hingga 51,98 persen serta pengurangan potensi penipisan ozon sebesar 16,30 persen.

Selain itu, program konservasi dan reforestasi yang dijalankan perusahaan berhasil menurunkan emisi karbon hingga 40.701 ton CO2 ekuivalen per tahun. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi aktif Badak LNG dalam mendukung target nasional menuju Net Zero Emission (NZE).

Tidak hanya fokus pada aspek lingkungan, perusahaan juga memperkuat peran sosial melalui program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah program Lestari Bahari yang mendorong pengolahan ikan kecil seperti teri menjadi produk bernilai ekonomi. Program ini dilengkapi teknologi pengeringan yang mampu beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca, sehingga meningkatkan efisiensi produksi dan daya tahan hasil tangkapan nelayan.

Inovasi dalam program tersebut diwujudkan melalui teknologi SOPAN TERI (Sistem Optimalisasi Pengeringan dan Penyimpanan Terintegrasi), yang memanfaatkan panas sisa pembakaran untuk proses pengeringan ikan. Teknologi ini mengadopsi prinsip economizer yang umum digunakan dalam industri LNG, namun disederhanakan agar mudah diterapkan oleh masyarakat. Inovasi ini telah memperoleh paten dari Kementerian Hukum Republik Indonesia, menambah deretan capaian perusahaan di bidang inovasi berbasis tanggung jawab sosial.

Pada saat yang sama, Badak LNG juga menginisiasi program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) di Kota Bontang. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas pengasuhan anak usia dini melalui pendampingan terhadap 17 tempat penitipan anak, termasuk peningkatan kapasitas tenaga pengasuh dan edukasi bagi orang tua.

Achmad Khoiruddin menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan perusahaan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menyelaraskan aktivitas bisnis dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Ke depan, Badak LNG berkomitmen untuk terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan, sejalan dengan visi perusahaan sebagai pemain energi global yang bertanggung jawab.

Pencapaian PROPER Emas ke-15 ini sekaligus menempatkan Badak LNG sebagai salah satu perusahaan energi nasional dengan rekam jejak konsisten dalam pengelolaan lingkungan, di tengah tuntutan global terhadap praktik industri yang lebih hijau dan berkelanjutan. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |