Madrid (pilar.id) – Kemenangan Real Madrid atas Atletico Madrid dengan skor 2-1 dalam laga Madrid Derby yang memastikan langkah Los Blancos ke final Piala Super Spanyol justru diwarnai kontroversi non-teknis. Alih-alih membahas jalannya pertandingan, perhatian publik sepak bola Spanyol tertuju pada insiden adu mulut antara pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, dan bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
Ketegangan terjadi saat Vinicius ditarik keluar lapangan. Pemain asal Brasil tersebut terlihat harus diarahkan menjauh dari area bangku cadangan Atletico Madrid setelah terlibat adu argumen dengan Simeone. Situasi tersebut memicu keributan kecil antara staf kepelatihan kedua tim di sisi lapangan, sebelum akhirnya dapat diredam.
Dalam rekaman yang beredar luas di media Spanyol, Simeone disebut melontarkan kalimat provokatif kepada Vinicius selama pertandingan. Situasi semakin memanas ketika Vinicius meninggalkan lapangan dan mendapat siulan dari sebagian penonton, yang kemudian menjadi bagian dari narasi kontroversi tersebut.
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, menunjukkan sikap kritis terhadap tindakan Simeone usai laga. Menurut Alonso, sikap tersebut dinilai tidak perlu dan melampaui batas profesionalisme di tengah pertandingan penting. Sebaliknya, Simeone memilih tidak memperpanjang polemik dan enggan memberikan komentar lebih jauh terkait insiden tersebut.
Versi Atletico dan Reaksi Real Madrid
Media Spanyol melaporkan bahwa ruang ganti Atletico Madrid meyakini Vinicius sebagai pihak yang lebih dulu memulai adu kata. Insiden bermula saat Atletico mengajukan protes penalti, di mana Vinicius mendekati bangku cadangan lawan dengan gestur dan ucapan bernada sarkastik. Adu argumen pun berlanjut meski Simeone sempat meminta Vinicius untuk kembali fokus bermain.
Namun, sikap tersebut justru memicu respons lanjutan dari Simeone yang dinilai bersifat personal. Di sinilah kontroversi semakin membesar, terutama karena terjadi saat Vinicius berada dalam tekanan psikologis akibat sorakan penonton.
Pihak Real Madrid dilaporkan merasa tidak puas dengan perilaku Simeone. Klub menilai sang pelatih Atletico secara sengaja mencoba memengaruhi kondisi mental Vinicius demi mengganggu konsentrasinya di lapangan. Bagi Real Madrid, tindakan tersebut dianggap tidak mencerminkan sportivitas, terlebih dalam pertandingan sebesar Madrid Derby.
Ketegangan Lama yang Kembali Muncul
Insiden ini kembali menegaskan panasnya rivalitas antara Real Madrid dan Atletico Madrid, yang kerap melampaui batas teknis pertandingan. Sosok Vinicius Junior memang kerap menjadi pusat perhatian, baik karena kontribusinya di lapangan maupun respons emosional yang ia tunjukkan dalam situasi tekanan tinggi.
Meski demikian, Real Madrid tetap memastikan tiket ke final Piala Super Spanyol. Namun, bayang-bayang kontroversi ini dipastikan masih akan menjadi perbincangan panjang di sepak bola Spanyol, terutama terkait batas etika dan profesionalisme di pinggir lapangan. (mad/hdl)

1 day ago
10

















































