Ringkasan Berita
- Real Madrid kalah beruntun dari Osasuna dan Getafe di La Liga.
- Keunggulan di puncak klasemen hilang dan Madrid tersingkir dari Copa del Rey.
- Manajemen klub dilaporkan mulai meragukan kelanjutan Arbeloa.
- Laga Liga Champions melawan Manchester City disebut jadi penentu.
- Maret dianggap bulan krusial bagi masa depan sang pelatih.
Madrid (pilar.id) – Posisi Alvaro Arbeloa sebagai pelatih Real Madrid musim depan mulai dipertanyakan. Dua kekalahan beruntun di La Liga membuat keunggulan Los Blancos di puncak klasemen menguap dan memicu keraguan dari internal klub.
Sebelumnya, performa Real Madrid sempat menjadi argumen kuat bagi Arbeloa untuk mengklaim kursi pelatih secara permanen. Ia berhasil membawa tim mengejar defisit empat poin dari rival utama dan sempat memuncaki klasemen. Namun kekalahan dari Osasuna dan Getafe CF mengubah arah momentum.
Dalam laga terakhir melawan Getafe, Madrid takluk 0-1. Arbeloa membela performa timnya dan menilai anak asuhnya menciptakan cukup peluang untuk meraih kemenangan. Namun, kritik mengalir terkait kurangnya solusi taktik, penggunaan pemain di luar posisi ideal, serta keputusan pergantian pemain.
Media Spanyol melaporkan adanya kekecewaan di jajaran direksi klub. Setelah hampir dua bulan menjabat, belum terlihat perubahan signifikan yang diharapkan manajemen sejak era Xabi Alonso.
Selain itu, kegagalan di ajang Copa del Rey mempersempit peluang trofi domestik musim ini.
Bulan Maret Jadi Penentu
Laporan Diario AS menyebut bulan Maret akan menjadi periode krusial bagi Arbeloa. Real Madrid dijadwalkan menghadapi laga berat di La Liga melawan Celta Vigo, Elche CF, dan derby kontra Atletico Madrid.
Di antara jadwal padat tersebut, terselip pertandingan babak 16 besar Liga Champions melawan Manchester City. Duel Eropa ini disebut-sebut sebagai “pelampung penyelamat” bagi Arbeloa. Hasil positif melawan City bisa memperpanjang napasnya di kursi pelatih.
Beberapa analis bahkan menilai posisi Arbeloa sudah di ujung tanduk jika gagal menunjukkan respons cepat dalam delapan hari ke depan.
Tekanan dari Internal Klub
Tak hanya dari publik dan media, tekanan juga datang dari internal klub. Sebuah komentar yang dikutip dari area tribun kehormatan menyiratkan ketidakpuasan terhadap performa tim. Ada pandangan bahwa Real Madrid justru membuang waktu sendiri di akhir pertandingan melawan Getafe, bukan semata karena taktik lawan.
Situasi ini memperlihatkan bahwa kepercayaan terhadap proyek jangka pendek Arbeloa mulai menipis. Selain hasil, manajemen disebut menginginkan arah permainan yang lebih jelas dan identitas tim yang tegas.
Nasib Ditentukan di Lapangan
Dengan jadwal padat dan tekanan besar, Arbeloa kini berada di fase paling menentukan dalam karier kepelatihannya di Real Madrid. Konsistensi hasil dan respons taktik akan menjadi faktor utama apakah ia mampu mempertahankan posisinya hingga musim depan.
Jika gagal memanfaatkan momentum di Liga Champions dan laga-laga krusial La Liga, Real Madrid berpotensi kembali mencari sosok baru untuk memimpin proyek mereka berikutnya. (mad/hdl)

4 hours ago
4

















































