Jakarta (pilar.id) – Greenland merupakan film thriller bencana bertema kiamat global yang dirilis pada 2020. Film produksi Amerika Serikat ini disutradarai Ric Roman Waugh dengan skenario ditulis Chris Sparling. Mengusung ancaman komet pemusnah Bumi, Greenland menempatkan drama keluarga sebagai pusat cerita di tengah kehancuran berskala global.
Film ini dibintangi Gerard Butler, yang juga bertindak sebagai produser, bersama Morena Baccarin, Roger Dale Floyd, Scott Glenn, David Denman, dan Hope Davis. Sejak perilisannya, Greenland mendapat sambutan cukup positif dari penonton dan kritikus, serta mencatatkan performa komersial yang solid.
Bertahan Hidup di Ambang Punah
Cerita berfokus pada John Garrity, seorang insinyur struktur yang tinggal di Atlanta bersama istri yang terpisah secara emosional dan putra mereka yang mengidap diabetes. Kehidupan keluarga ini berubah drastis ketika sebuah komet antarbintang bernama “Clarke” dipastikan akan menghantam Bumi dan memicu peristiwa kepunahan massal.
Saat pemerintah Amerika Serikat mulai melakukan seleksi evakuasi ke bunker rahasia, keluarga Garrity harus menghadapi serangkaian rintangan, mulai dari kekacauan sosial, keterbatasan medis, hingga keputusan moral yang sulit. Perjalanan mereka menyingkap sisi rapuh manusia ketika sistem sosial runtuh dan keselamatan menjadi barang langka.
Alih-alih hanya menonjolkan kehancuran visual, Greenland menekankan ketegangan emosional dan perjuangan bertahan hidup pada skala personal, menjadikannya berbeda dari film bencana konvensional.
Perjalanan Produksi dan Rilis
Pengembangan Greenland dimulai pada 2018 dengan sejumlah perubahan signifikan di balik layar, termasuk pergantian sutradara dan pemeran utama. STX Entertainment mengamankan hak distribusi film ini, dengan jadwal rilis yang sempat mengalami beberapa kali penundaan akibat pandemi COVID-19.
Di Amerika Serikat, Greenland akhirnya dirilis melalui layanan video on demand pada Desember 2020 dan kemudian tersedia di platform streaming seperti HBO Max dan Amazon Prime Video. Sementara itu, perilisan bioskop lebih dulu dilakukan di sejumlah negara Eropa dan wilayah internasional lainnya.
Penerimaan Penonton dan Kritikus
Secara global, Greenland membukukan pendapatan sekitar 52 juta dolar AS dengan anggaran produksi sekitar 35 juta dolar AS. Film ini juga mencatat performa kuat di pasar digital, termasuk penjualan dan penyewaan melalui platform VOD.
Dari sisi kritik, Greenland memperoleh ulasan yang cenderung positif. Banyak penilai menyoroti pendekatan realistis film dalam menggambarkan krisis global, serta fokus pada dinamika keluarga di tengah situasi ekstrem. Pendekatan ini membuat Greenland dinilai lebih membumi dibandingkan film bencana yang mengandalkan efek visual semata.
Kesuksesan film pertama mendorong pengembangan sekuel berjudul Greenland 2: Migration. Film lanjutan ini dijadwalkan rilis pada 9 Januari 2026 dan diperkirakan akan melanjutkan kisah umat manusia setelah peristiwa kehancuran besar, dengan fokus pada fase migrasi dan rekonstruksi peradaban.
Dengan kombinasi ketegangan, drama emosional, dan isu kemanusiaan, Greenland menegaskan posisinya sebagai salah satu film bencana modern yang tidak hanya menyuguhkan skala kehancuran, tetapi juga refleksi tentang ketahanan manusia di saat terburuk. (ret)

2 days ago
14

















































