Tenun Pewarna Alami Binaan BCA Tembus Pasar Global, Dipamerkan di Amsterdam

21 hours ago 16

Amsterdam (pilar.id) – PT Bank Central Asia Tbk melalui program Bakti BCA kembali mendorong ekspansi global produk wastra Indonesia. Kali ini, tenun dengan pewarna alami hasil binaan diperkenalkan dalam ajang Tenun Exhibition di Indonesia House Amsterdam, Belanda, yang berlangsung pada 24 April hingga 15 September 2026.

Pameran ini dibuka oleh Mariska Dwianti Dhanutirto selaku Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Belanda, dan dihadiri diaspora serta pelaku ekonomi kreatif internasional. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperluas jejaring pasar sekaligus memperkenalkan nilai budaya dan keberlanjutan dari tenun pewarna alami Indonesia.

Kolaborasi Bakti BCA bersama Perkumpulan Warna Alami (WARLAMI) juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif seperti talkshow hingga pengalaman langsung pewarnaan alami bagi pengunjung.

Dorong Ekonomi Kreatif dan Tren Fesyen Ramah Lingkungan

Partisipasi dalam pameran ini mencerminkan meningkatnya minat global terhadap produk ecofashion. Berdasarkan berbagai laporan industri fesyen global, segmen fesyen berkelanjutan diproyeksikan tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan, didorong kesadaran konsumen terhadap lingkungan.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ajang internasional ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem tenun berbasis bahan alami.

Program pembinaan yang dijalankan Bakti BCA telah menjangkau berbagai daerah seperti Timor Tengah Selatan, Baduy, Sumba Timur, dan Sumatra Utara. Dampaknya mulai terlihat dari peningkatan ekonomi komunitas penenun.

Sepanjang 2025, tambahan pendapatan penenun binaan tercatat mencapai lebih dari Rp367 juta atau tumbuh 34% secara tahunan. Pertumbuhan ini tidak hanya berasal dari penjualan kain, tetapi juga produk turunan seperti pakaian dan aksesori yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Dari Warisan Budaya ke Produk Global Bernilai Tinggi

Salah satu pelaku yang terlibat dalam pameran ini adalah Kornelius Ndapakamang, penenun asal Sumba Timur yang aktif mengembangkan teknik pewarnaan alami. Dalam ajang tersebut, ia menampilkan demonstrasi pewarnaan khas menggunakan warna merah dan biru yang berasal dari bahan alami.

Kehadiran penenun lokal dalam forum internasional ini menjadi bukti bahwa warisan budaya dapat bertransformasi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi tanpa meninggalkan aspek keberlanjutan.

Selain membuka akses pasar global, Bakti BCA juga memperkuat rantai pasok melalui penanaman kapas dan tanaman pewarna alami seperti indigofera. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan bahan baku sekaligus meningkatkan kualitas produksi.

Upaya lain yang dilakukan meliputi standarisasi kualitas tenun serta penguatan kelembagaan melalui pembentukan koperasi penenun.

Dengan pendekatan menyeluruh ini, BCA tidak hanya mendorong peningkatan ekonomi, tetapi juga memastikan pelestarian budaya tetap berjalan seiring dengan tuntutan pasar global yang semakin mengarah pada produk ramah lingkungan.

Pameran di Amsterdam menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan tenun pewarna alami Indonesia ke pasar dunia, sekaligus mempertegas posisi wastra nusantara sebagai bagian dari industri kreatif global yang berkelanjutan. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |