Jakarta (pilar.id) – Komitmen sektor perbankan dalam mendukung transisi energi nasional kembali ditegaskan oleh Bank Mandiri melalui berbagai langkah strategis, mulai dari kunjungan ke fasilitas pembangkit hingga partisipasi aktif di pasar karbon.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, melakukan kunjungan ke Unit Pembangkit Muara Tawar milik PLN Nusantara Power pada 10 April 2026. Kunjungan tersebut turut didampingi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN Nusantara Power, Teguh Widhi Harsono, bersama jajaran manajemen kedua institusi.
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung peran strategis pembangkit dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional, khususnya saat beban puncak dan ketika pasokan energi baru terbarukan (EBT) mengalami fluktuasi.
Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap yang berlokasi di Muara Tawar dinilai memiliki fleksibilitas tinggi dalam merespons perubahan beban listrik secara cepat. Hal ini menjadikannya elemen penting dalam mendukung integrasi energi terbarukan ke dalam sistem kelistrikan yang lebih luas.
Henry Panjaitan menilai, keberadaan pembangkit berbasis gas seperti ini tetap relevan dalam masa transisi energi. Infrastruktur yang adaptif diperlukan agar peningkatan porsi EBT tidak mengganggu stabilitas pasokan listrik nasional.
Selain aspek operasional, kunjungan tersebut juga berkaitan dengan langkah konkret Bank Mandiri dalam mendukung pengurangan emisi karbon. Salah satu strategi yang ditempuh adalah melalui skema carbon offset sebagai bagian dari target mencapai Net Zero Emission operasional pada 2030.
Dalam konteks ini, Bank Mandiri telah mengambil langkah nyata dengan membeli 5.000 ton setara karbon dioksida (tCO₂e) melalui proyek konversi pembangkit milik PLN Nusantara Power di Muara Tawar. Proyek tersebut mengubah sistem single cycle menjadi combined cycle, sehingga mampu meningkatkan efisiensi energi dengan memanfaatkan panas buang menjadi tambahan listrik.
Transaksi tersebut dilakukan melalui IDXCarbon, yang diluncurkan sebagai bagian dari pengembangan pasar karbon nasional. Unit karbon yang dibeli telah melalui proses validasi dan verifikasi independen, sehingga memenuhi standar yang berlaku.
Langkah ini mencerminkan peran aktif Bank Mandiri tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai pelaku dalam ekosistem perdagangan karbon. Keterlibatan ini dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan voluntary carbon market di Indonesia yang semakin berkembang.
Selain itu, dukungan terhadap proyek PLN Nusantara Power juga menunjukkan sinergi antara lembaga keuangan dan sektor energi dalam mendorong agenda dekarbonisasi. PLN Nusantara Power sendiri merupakan salah satu nasabah utama Bank Mandiri di segmen korporasi.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, Bank Mandiri menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan yang berperan dalam mendukung target pengurangan emisi nasional secara bertahap. Upaya ini juga menjadi bagian dari kontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan yang selaras dengan arah kebijakan energi bersih di Indonesia. (ret)

10 hours ago
10

















































