Jakarta (ANTARA) - Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Salemba, Jakarta Pusat, menggagalkan upaya penyelundupan 15 butir pil yang diduga narkotika jenis ekstasi yang dibawa seorang pengunjung untuk diserahkan kepada warga binaan.
"Kami tidak akan melonggarkan pengawasan sedikit pun. Setiap upaya yang mengancam keamanan dan ketertiban di dalam rutan akan kami tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Gusti Akhmad Ridho dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Gusti menjelaskan pengunjung berinisial GG, warga Jakarta Barat, diamankan setelah petugas menemukan 15 butir pil berwarna hijau yang diduga ekstasi saat pemeriksaan di layanan kunjungan, pada Rabu sekitar pukul 14.45 WIB.
Menurut dia, pil tersebut diduga akan diberikan kepada warga binaan berinisial UK yang sedang menjalani masa pidana dalam perkara narkotika.
Temuan itu langsung dilaporkan secara berjenjang kepada pimpinan dan diteruskan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Khusus Jakarta.
Sebagai tindak lanjut, pihak rutan berkoordinasi dengan kepolisian dan menyerahkan GG beserta barang bukti 15 butir pil kepada Polsek Cempaka Putih untuk menjalani proses hukum dan pengembangan penyelidikan
Rutan Kelas I Salemba akan terus memperketat pengawasan terhadap layanan kunjungan, meningkatkan kompetensi petugas pemeriksaan, serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum guna mencegah peredaran narkotika di dalam rutan.
"Pengunjung yang membawa narkotika beserta barang bukti 15 pil telah dibawa ke Polsek Cempaka Putih untuk menjalani proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
Baca juga: Rutan Salemba gagalkan penyelundupan narkoba lewat obat batuk
Baca juga: Rutan Salemba gagalkan penyelundupan sabu dari pengunjung
Baca juga: Rutan Salemba tegaskan komitmen berantas peredaran barang terlarang
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































