loading...
Jajaran Universitas Sunan Gresik (USG) berkunjung ke Kota Wuhan dan Hangzhou, China untuk merealisasikan kerja sama dengan Academicians Science and Technology Innovation Center China. FOTO/IST
JAKARTA - Jajaran Universitas Sunan Gresik (USG) berkunjung ke Kota Wuhan dan Hangzhou, China untuk merealisasikan kerja sama dengan Academicians Science and Technology Innovation Center China. Sebelumnya nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) telah ditandatangani di Jakarta.
Ada sejumlah perguruan tinggi dan rumah sakit (RS) yang sudah sepakat untuk menjalin kerja sama dengan USG. Antara lain Wuhan Technical University, Wuhan Polytechnic University, City University of Wuhan, National New Energy Vehicle Innovation Center (NEVC), dan Traditional Chinese Medicine (TCM) Hospital.
Kunjungan ke China ini diikuti sejumlah jajaran petinggi USG, di antaranya Founder sekaligus Ketua Dewan Pembina Universitas Sunan Gresik Jazilul Fawaid, Rektor Abdul Muhith, Wakil Rektor I Sri Kurnia Abdi Pradana, Wakil Rektor II Chalimatus Sa’diyah, Wakil Rektor III Abdul Rochim, anggota Komisi X DPR Muhammad Hilman Mufidi, Bidang Kerja Sama Luar Negeri Gielbran Muhammad Noor, Kepala Prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (AI) USG Imam Luthfi Hidayatullah, dan Ganis Samaha.
Jazil Fawaid yang juga Ketua Fraksi PKB DPR mengaku sangat senang USG bisa menjalin kesepakatan kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi dan rumah sakit di China.
"Kami sangat senang bisa datang langsung dan menyepakati beberapa kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi dan rumah sakit. Kami melihat China mengalami kemajuan yang luar biasa dalam beberapa tahun belakangan, baik di bidang ekonomi, teknologi, pendidikan maupun sektor kesehatan. Itulah alasan kenapa kami datang untuk menjadikan beberapa perguruan ntinggi di China sebagai mitra USG," ujar Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/11/2025).
Ketua Fraksi PKB DPR RI ini mengatakan, ada sejumlah hal yang bisa dikerjasamakan dengan China. Di antaranya, USG berniat untuk membangun Pusat Kajian Tiongkok. Sebab, USG berada di Kabupaten Gresik yang merupakan salah satu pusat industri di Jawa Timur.
"Ada banyak sekali perusahaan di Gresik khususnya, dan Jawa Timur serta Indonesia yang merupakan milik investor China. Kami memandang perlu untuk membuat Pusat Kajian Tiongkok yang di dalamnya nanti juga ada Pusat Pengembangan Bahasa Mandarin sehingga nantinya lulusan USG bisa bekerja di perusahaan-perusahaan China di Indonesia," tuturnya.


















































