Argentina di Grup Menguntungkan, Masa Depan Messi dan Dinamika Tim Jelang Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan

1 month ago 52

Buenos Aires (pilar.id) – Tim nasional Argentina, juara bertahan Piala Dunia, akan memulai perjalanan mereka di turnamen 2026 melawan Aljazair di Arrowhead Stadium, Kansas City, pada 16 Juni. Setelah laga pembuka tersebut, skuad asuhan Lionel Scaloni dijadwalkan melakoni dua pertandingan berikutnya di Dallas menghadapi Austria serta tim debutan Yordania.

Banyak pengamat menilai hasil undian ini sangat menguntungkan bagi Argentina, yang sejak awal telah dipandang sebagai kandidat kuat untuk mempertahankan gelar.

Meskipun Lionel Messi belum memberi kepastian mengenai keikutsertaannya, tanda-tanda mengarah pada kesempatan tampil di putaran final untuk keenam kalinya. Perannya di tim masih sangat penting, walau struktur permainan Argentina saat ini tidak lagi sepenuhnya bertumpu pada sang kapten berusia 38 tahun.

Di bawah kepemimpinan Lionel Scaloni sejak 2019, Argentina tampil stabil dan berprestasi, termasuk meraih dua gelar Copa América serta trofi Piala Dunia 2022. Skuad yang akan dibawa ke Amerika Utara diperkirakan berisi kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda seperti Nico Paz, Franco Mastantuono, dan Alejandro Garnacho, yang menambah dinamika di lini tengah dan serangan.

Argentina menutup babak kualifikasi CONMEBOL sebagai pemuncak klasemen dengan 38 poin dari 18 pertandingan, unggul jauh dari pesaing terdekat, Ekuador. Saf perjalanan tersebut mencakup kemenangan telak atas Brasil, Chile, dan Bolivia.

Namun demikian, kekalahan dari Uruguay dan Kolombia menjadi pengingat bahwa konsistensi tetap menjadi tantangan di tengah kualitas yang dimiliki skuad Albiceleste.

Di luar lapangan, dinamika Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) turut menjadi sorotan. Ketua federasi, Claudio Tapia, disebut tengah berada dalam tekanan publik setelah persetujuan terhadap piala baru kompetisi domestik memicu kontroversi hingga melibatkan kantor Presiden Javier Milei. Gaya hidup Tapia dan aktivitas bisnisnya ikut diperiksa secara intensif oleh media nasional.

Tapia dikenal dekat dengan tim nasional senior. Dalam sejumlah kesempatan sebelum pertandingan kualifikasi, ia kerap terlihat berlatih bersama skuad. Ia juga memiliki kebiasaan membagikan foto bersama Messi dan gelandang Rodrigo De Paul sambil menikmati maté sebagai ritual keberuntungan jelang laga. Momen kebersamaan semacam ini kini turut diamati publik di tengah sorotan terhadap kepemimpinannya.

Pengalaman Argentina menunjukkan bahwa polemik internal dapat memengaruhi performa, seperti yang terjadi pada Piala Dunia 2018 di bawah Jorge Sampaoli. Namun situasi saat ini dinilai tidak berada pada tingkat yang mengancam stabilitas tim menjelang turnamen 2026.

Dunia sepak bola kini menunggu keputusan final dari Lionel Messi: kembali memimpin Argentina di panggung global, atau menutup perjalanan panjangnya bersama tim nasional. Keputusan tersebut diyakini akan berpengaruh besar terhadap atmosfer persiapan Argentina menuju Piala Dunia mendatang. (mad/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |