Dalami kasus penyerangan di Pasar Minggu, Polisi cek TKP dan saksi

1 day ago 10

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian mengecek tempat kejadian perkara (TKP) dan saksi untuk mendalami kasus penyerangan terhadap pegawai ritel di kawasan Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (31/1) dini hari.

"Pihak kepolisian, baik dari Polres maupun Polsek, sudah mengambil langkah-langkah, baik pengecekan TKP, melakukan penyelidikan, dan juga meminta keterangan saksi," kata Kasi Humas Polres Jakarta Selatan AKBP Murodih kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Menurut dia, hingga kini, pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengecekan TKP serta memeriksa saksi-saksi. Korban pun diharapkan segera melapor agar proses penyelidikan dapat secepatnya didalami lebih lanjut.

"Kita masih menunggu, ya, untuk korban bisa melapor, baik ke Polres maupun Polsek. Sampai saat ini, memang kita masih menunggu, ya, belum ada korban untuk melaporkan," ujar Murodih.

Sebelumnya, viral sebuah video di media sosial @infojkt24 yang memperlihatkan sekelompok orang berseteru hingga menghancurkan barang yang ada di toko ritel.

Dalam keterangan unggahan tersebut, diduga sebuah mobil menabrak sepeda motor yang terparkir di area toko ritel.

Pemilik motor itu kemudian meminta pertanggungjawaban atas kejadian tersebut. Pengemudi mobil mengatakan keluarganya akan datang untuk menyelesaikan persoalan itu di lokasi kejadian.

Namun, setibanya di lokasi, datang sekelompok orang yang mengaku keluarga dan melakukan penganiayaan.

Akibat insiden tersebut, sejumlah pegawai mengalami luka-luka, namun mereka memilih tidak melaporkan kejadian itu ke polisi karena khawatir ada serangan susulan.

Baca juga: Polisi selidiki kasus penyerangan pegawai ritel di Pasar Minggu

Baca juga: Polisi tangkap delapan remaja yang serang anak sekolah di Jaksel

Baca juga: Polisi serahkan 60 tersangka penyerangan Mapolres Jakut ke Kejaksaan

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |