Egi Sudjana dan Damai Hari Lubis lapor polisi soal cemarkan nama baik

1 week ago 22

Jakarta (ANTARA) - Egi Sudjana (ES) dan Damai Hari Lubis (DHL) melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan atau fitnah serta pencemaran nama baik melalui media elektronik terhadap dua orang yaitu Roy Suryo (RS) dan Ahmad Khozinudin (AK).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta, Senin, membenarkan terkait laporan polisi tersebut.

"Benar, pada Minggu (25/1) telah diterima dua laporan polisi terkait dugaan pencemaran nama baik dan/atau fitnah serta pencemaran nama baik melalui media elektronik," katanya.

Budi menjelaskan laporan pertama diajukan oleh pelapor berinisial DHL terhadap AK, sedangkan laporan kedua diajukan oleh pelapor berinisial ES terhadap RS dan AK.

"Pelapor merasa bahwa nama baiknya telah dicemarkan oleh pernyataan terlapor yang disampaikan di media," katanya.

Baca juga: Polisi terbitkan SP3 terhadap dua tersangka kasus ijazah palsu

Kedua perkara tersebut dilaporkan dengan Pasal 433 dan/atau Pasal 434 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP) dan/atau Pasal 27A juncto Pasal 45 ayat (4) dan (6) UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE.

Sementara itu, Damai Hari Lubis yang ditemui di Polda Metro Jaya saat mendampingi Habib Novel Chaidar Hasan atau Novel Bamukmin menyebutkan Ahmad Khozinudin dianggap memfitnah dirinya.

"Dia (Khozinudin) bilang itu gara-gara saya ke sana (Solo), itu hasut namanya. Kok bisa-bisa ini nuduh kami? Ini (laporan) akibat itu," katanya.

Saat dikonfirmasi apakah laporan tersebut berbarengan dengan laporan Egi Sudjana, Damai sebut berbeda.

"Nomor sendiri, nomor laporan beda, kalau saya hanya Khozinudin, kalau bang Egi, Khozinudin plus Roy Suryo," katanya.

Baca juga: Polisi tegaskan tak ada tebang pilih pada kasus ijazah palsu Jokowi

Baca juga: Polisi segera panggil tersangka klaster 1 kasus laporan ijazah palsu

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |