Jakarta (ANTARA) - Sebuah gerai laundry di dalam area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menjadi target pembobolan oleh komplotan maling pada Senin (1/6) dini hari.
Akibat pembobolan itu, sejumlah peralatan elektronik operasional raib dengan kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta.
Kru gerai Bluu Laundry Raka di Jakarta, Selasa, mengatakan pembobolan tersebut sempat terpantau kamera pengawas (CCTV) milik SPBU sekitar pukul 02.50 WIB.
"Terlihat dua pelaku menggunakan sepeda motor matic warna putih. Satu pelaku menunggu di atas motor, dan satu lagi bertindak sebagai eksekutor yang memecahkan pintu kaca sebelah kanan untuk masuk ke dalam gerai," kata Raka.
Pelaku menggasak barang-barang elektronik operasional yang ada di gerai tersebut, di antaranya televisi, tablet, ponsel, dan sejumlah aksesori pendukung.
Sementara itu, tiga unit kamera CCTV yang berada di dalam gerai diketahui hanya memantau situasi tanpa merekam, sehingga tidak dapat digunakan untuk melacak detail wajah pelaku.
Kondisi toko yang porak-poranda itu pertama kali diketahui oleh petugas keamanan SPBU sekitar pukul 05.00 WIB, saat ia hendak membuka operasional pom bensin.
Baca juga: Komplotan maling curi motor "trail" di kawasan Kebon Jeruk Jakbar
Raka menyebutkan pelaku juga diduga kuat sempat berniat mencuri sepatu-sepatu milik pelanggan, karena petugas menemukan tumpukan sepatu yang sudah dikemas rapi di dalam kantong plastik hitam besar di lantai gerai tersebut, namun akhirnya ditinggalkan karena pelaku diduga kesulitan membawanya.
Pihak manajemen Bluu Laundry mengonfirmasi seluruh pakaian dan barang cucian milik pelanggan dalam kondisi aman, dan kini telah dipindahkan ke cabang lainnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Manajemen laundry pun berkomitmen mengantarkan langsung cucian yang sudah selesai ke rumah pelanggan tanpa biaya tambahan.
Secara terpisah, CEO Bluu Laundry James menuturkan pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Kebon Jeruk telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan awal peristiwa pembobolan itu.
Namun, manajemen akhirnya memutuskan untuk mencabut laporan polisi tersebut dengan pertimbangan efisiensi bisnis dan operasional.
"Biaya keseluruhan, baik materiil maupun non-materiil, untuk melanjutkan kasus ini dirasa lebih besar dari pada manfaat yang diperoleh. Selain itu, proses penyelidikan mengharuskan TKP tetap steril, sehingga menghambat operasional gerai untuk segera dibuka kembali," tutur James.
Dia menambahkan pihak manajemen juga menilai tidak ada kepastian hukum yang menjamin pelaku mampu mengganti kerugian materiil secara penuh apabila tertangkap. Oleh karena itu, seluruh biaya perbaikan toko diputuskan untuk ditanggung secara internal.
Hingga saat ini, gerai laundry di Jalan Panjang tersebut masih ditutup total untuk proses perbaikan. Pintu kaca yang hancur untuk sementara ditutup dengan menggunakan papan kayu.
Baca juga: Walkot Jakbar tepis julukan "Gotham City", tegaskan kondisi terkendali
Baca juga: Polisi ringkus pelaku pembacokan di Tomang Jakbar
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































