IKEA Ajak Masyarakat Tata Ulang Ruang Terlupakan agar Lebih Fungsional untuk Aktivitas Harian

21 hours ago 14

Jakarta (pilar.id) – IKEA Indonesia mengajak masyarakat melihat kembali fungsi ruang-ruang di rumah yang kerap luput dari perhatian, mulai dari area laundry, gudang, ruang utilitas, hingga sudut penyimpanan. Melalui konsep The Forgotten Rooms di IKEA Jakarta Garden City, IKEA menyoroti pentingnya menata ruang berdasarkan aktivitas yang berlangsung di dalamnya.

Inisiatif tersebut diperkenalkan IKEA Indonesia pada 18 September 2026 sebagai upaya menghadirkan inspirasi penataan rumah yang lebih fungsional. Pendekatan yang ditawarkan tidak semata-mata berfokus pada penempatan barang, tetapi juga bagaimana desain dan sistem penyimpanan dapat membantu aktivitas sehari-hari menjadi lebih praktis.

Home Furnishing & Competence Development Leader IKEA Indonesia, Ruth Panjaitan, mengatakan pengamatan terhadap kehidupan sehari-hari di berbagai rumah menunjukkan bahwa setiap keluarga memiliki cara berbeda dalam mengatur ruang.

Menurut Ruth, persoalan dalam penataan rumah sering kali muncul ketika penghuni harus melakukan aktivitas berulang seperti mengambil, memindahkan, mencari, menggunakan, kemudian menyimpan kembali barang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fungsi sebuah ruang tidak hanya ditentukan oleh kapasitas penyimpanannya, tetapi juga oleh alur aktivitas penggunanya.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran IKEA melalui Home Visit IKEA serta wawasan yang dihimpun dalam Life at Home report. Melalui pengamatan terhadap kebiasaan masyarakat di rumah, IKEA berupaya memahami kebutuhan penghuni sebelum menentukan solusi penataan.

Salah satu contoh yang disoroti adalah area laundry. Ruang cuci tidak hanya digunakan ketika mesin cuci beroperasi. Aktivitas di dalamnya dapat dimulai dari mengumpulkan dan memilah pakaian, mencuci, mengeringkan, melipat, hingga menyimpan kembali pakaian.

Jika rangkaian aktivitas tersebut tidak memiliki alur yang jelas, pakaian maupun perlengkapan laundry dapat berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Akibatnya, ruang yang sebenarnya memiliki luas memadai tetap dapat terasa sempit atau merepotkan.

Karena itu, penataan area laundry dapat dimulai dengan memetakan aktivitas yang paling sering dilakukan. Barang yang digunakan secara rutin dapat ditempatkan pada lokasi yang mudah dijangkau, sementara barang yang jarang digunakan dapat disimpan di area yang tidak mengganggu pergerakan.

Pendekatan serupa dapat diterapkan pada berbagai ruang lain yang selama ini dianggap sebagai area sisa. M. Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia, menjelaskan bahwa proses menata ruang dapat dimulai bukan dari pertanyaan mengenai lokasi penyimpanan sebuah barang, melainkan dari aktivitas yang dilakukan dan kebutuhan penggunanya.

Dengan cara tersebut, penghuni rumah dapat menentukan barang mana yang harus berada dalam jangkauan, barang yang dapat disimpan lebih jauh, serta bagian ruang yang masih dapat dimanfaatkan tanpa menghambat aktivitas.

Konsep ini dapat diterapkan pada area bawah tangga, garasi, gudang berukuran kecil, maupun sudut rumah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Pemanfaatan ruang vertikal menjadi salah satu pilihan ketika luas lantai terbatas. Dinding, sudut ruangan, dan area di sekitar peralatan yang sudah tersedia juga dapat dimanfaatkan untuk menambah kapasitas penyimpanan tanpa harus membangun ruangan baru.

Namun, penambahan tempat penyimpanan tidak berarti seluruh ruang harus dipenuhi barang. Area untuk bergerak, membuka pintu, mengambil barang, maupun melakukan aktivitas utama tetap perlu dipertahankan agar ruang tetap nyaman digunakan.

Kebutuhan penyimpanan juga dapat berubah seiring perubahan aktivitas penghuni rumah. Jumlah barang, jenis perlengkapan, hingga rutinitas keluarga dapat berkembang sehingga sistem penyimpanan yang digunakan perlu memiliki fleksibilitas.

Untuk kebutuhan tersebut, IKEA menyediakan sejumlah solusi penyimpanan yang dapat disesuaikan dengan karakter ruang dan barang, antara lain BROR, IVAR, EKET, dan HYLLIS. Pemilihan sistem penyimpanan dapat disesuaikan dengan ukuran ruang, jenis barang yang disimpan, frekuensi penggunaan, serta kebiasaan masing-masing penghuni.

Melalui konsep The Forgotten Rooms, IKEA ingin menunjukkan bahwa ruang yang sering terlupakan sebenarnya memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan sehari-hari. Area laundry, gudang, garasi, maupun sudut penyimpanan menjadi bagian dari rangkaian aktivitas rumah tangga yang berlangsung setiap hari.

Dengan memahami aktivitas terlebih dahulu, penataan ruang dapat dilakukan secara lebih terarah. Solusinya bisa berupa pemanfaatan ruang vertikal, perubahan posisi barang, pengelompokan berdasarkan frekuensi penggunaan, maupun penggunaan sistem penyimpanan yang membuat barang mudah diambil dan dikembalikan.

Pendekatan tersebut juga menunjukkan bahwa tidak ada satu pola penataan yang dapat diterapkan secara sama pada seluruh rumah. Kebutuhan setiap penghuni berbeda sehingga fungsi ruang dan solusi penyimpanannya perlu disesuaikan dengan kebiasaan serta aktivitas yang berlangsung di dalamnya.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan inspirasi penataan rumah, IKEA Indonesia menyediakan berbagai pilihan produk dan solusi melalui jaringan toko IKEA, situs resmi IKEA Indonesia, aplikasi IKEA Indonesia, serta kanal e-commerce resmi perusahaan.

Di Indonesia, bisnis IKEA dijalankan melalui hak waralaba eksklusif oleh PT Rumah Mebel Nusantara. Perjalanan IKEA di Indonesia dimulai dengan pembukaan toko pertama di Alam Sutera pada 15 Oktober 2014.

Ekspansi kemudian berlanjut dengan pembukaan IKEA Sentul City pada 28 November 2019, IKEA Kota Baru Parahyangan pada 28 Maret 2021, dan IKEA Jakarta Garden City pada 16 September 2021. IKEA juga membuka toko di Bali pada 18 November 2021, IKEA Mall Taman Anggrek pada 7 April 2022 sebagai city store, serta IKEA Surabaya pada 15 Desember 2022.

Secara global, IKEA didirikan oleh Ingvar Kamprad di Småland, Swedia, pada 1943. Konsep bisnisnya berfokus pada penyediaan perabot rumah tangga yang fungsional, memiliki desain yang baik, serta dapat dijangkau lebih banyak masyarakat.

Dalam perkembangannya, IKEA menggabungkan pemahaman mengenai kebutuhan kehidupan di rumah dengan pengalaman dalam material, teknik produksi, desain, dan pengembangan produk. Konsep produk yang sederhana, multifungsi, serta dikemas secara datar menjadi bagian dari pendekatan IKEA dalam menghadirkan perabot rumah tangga.

Melalui The Forgotten Rooms, pendekatan tersebut kembali diarahkan pada persoalan yang lebih mendasar dalam kehidupan di rumah: bagaimana ruang dapat dirancang untuk membantu penghuninya menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah, teratur, dan fungsional. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |