Jakarta (pilar.id) – PRISM, perusahaan induk OYO, memperluas jaringan hospitality ke Nusa Penida, Bali, dengan menghadirkan portofolio 11 properti yang mencakup sejumlah brand akomodasi. Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat ekosistem akomodasi di destinasi pariwisata yang tengah berkembang.
Kehadiran PRISM di Nusa Penida juga diarahkan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan akomodasi seiring perkembangan kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi yang semakin diperhitungkan dalam peta pariwisata Bali. Perusahaan melihat pertumbuhan kunjungan wisatawan sebagai peluang untuk mendorong pola perjalanan yang lebih panjang sekaligus memperluas dampak ekonomi pariwisata bagi pelaku usaha dan masyarakat lokal.
Langkah tersebut sejalan dengan arah pengembangan pariwisata Nusa Penida. Berdasarkan Rencana Pengembangan Pariwisata Nusa Penida 2025–2029, Pemerintah Kabupaten Klungkung menargetkan rata-rata lama tinggal wisatawan mencapai tiga hari pada 2026. Pemerintah daerah juga menargetkan tingkat okupansi akomodasi mencapai 40,86 persen.
Target tersebut menunjukkan adanya upaya menggeser pola kunjungan Nusa Penida dari sekadar destinasi perjalanan singkat menjadi kawasan yang mendorong wisatawan tinggal lebih lama. Dengan waktu kunjungan yang lebih panjang, wisatawan memiliki kesempatan lebih besar untuk menjelajahi berbagai daya tarik wisata sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di tingkat lokal.
Dalam konteks tersebut, industri hospitality memiliki peran dalam menyediakan kapasitas akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Keberadaan berbagai segmen dan model pengelolaan penginapan dinilai dapat membantu destinasi mengakomodasi karakter wisatawan yang semakin beragam.
PRISM saat ini memiliki 11 properti di Nusa Penida yang menggunakan sejumlah brand, antara lain Collection O, Belvilla, dan Townhouse Oak. Portofolio tersebut meliputi Collection O near Kutampi Beach Gedhong Hostel Nusa Penida, Belvilla Bhavana Cottage, Belvilla Bakung Cozy Cottage, Belvilla The Tamarin Villas, Belvilla The Cemok Cottage, Townhouse Oak Hotel Grand Puri, Townhouse Oak Favorit Bungalows, Belvilla Menjangan Dive Lodge, Belvilla D’Vayana Nusa Hotel, Collection O near Nusa Penida Beach (formerly Exotic Nusa Penida), serta Belvilla near Sampalan Beach (formerly Arjuna Bungalow).
Keberagaman portofolio tersebut mencerminkan strategi PRISM dalam menerapkan pendekatan multi-brand untuk menyesuaikan produk akomodasi dengan karakteristik destinasi dan kebutuhan pemilik properti. Model tersebut juga memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengembangkan jaringan hospitality pada berbagai segmen pasar.
Sebagian properti dalam portofolio Nusa Penida tersebut merupakan bagian dari model Company Serviced. Melalui model ini, PRISM memberikan dukungan kepada pemilik properti dalam sejumlah aspek, termasuk pengelolaan, teknologi, distribusi, dan operasional.
Dukungan tersebut sekaligus memungkinkan pemilik properti memanfaatkan jaringan dan sistem PRISM, sementara wisatawan memperoleh lebih banyak pilihan akomodasi berdasarkan kebutuhan dan karakter perjalanan mereka.
Business Head SEAME & LATAM PRISM Pawas Sharma mengatakan ekspansi ke destinasi yang sedang berkembang merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jaringan hospitality di pasar yang memiliki potensi pertumbuhan.
Menurut Pawas, Nusa Penida menjadi salah satu contoh bagaimana perkembangan sebuah destinasi dapat berjalan beriringan dengan meningkatnya kebutuhan terhadap akomodasi. Pendekatan multi-brand dan model Company Serviced, lanjut dia, memungkinkan PRISM menyesuaikan penawaran dengan karakteristik pasar sekaligus membuka peluang bagi pemilik properti.
Sementara itu, Country Head PRISM Indonesia Abhijeet Singh menilai perkembangan destinasi seperti Nusa Penida menjadi bagian penting dalam pertumbuhan pariwisata Indonesia. Menurut dia, ketika pemerintah daerah mengembangkan infrastruktur, tata kelola, dan daya tarik wisata, sektor hospitality perlu tumbuh sejalan dengan perkembangan tersebut.
Abhijeet menyebut ekspansi PRISM di Nusa Penida merupakan bagian dari kontribusi perusahaan terhadap ekosistem pariwisata melalui penyediaan pilihan akomodasi yang beragam dan dukungan pengelolaan secara profesional.
Ia juga menekankan bahwa ekspansi perusahaan tidak semata-mata ditujukan untuk menambah jumlah properti. Pertumbuhan jaringan hospitality, menurut Abhijeet, juga berkaitan dengan kemampuan akomodasi dalam mengikuti perkembangan destinasi, mulai dari standar pengelolaan hingga akses distribusi dan pemenuhan kebutuhan wisatawan.
Bagi Nusa Penida, peningkatan lama tinggal wisatawan menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan destinasi. Kehadiran akomodasi dengan pilihan brand dan konsep yang beragam dapat menjadi salah satu komponen pendukung ketika kawasan tersebut berupaya meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan sekaligus memperluas aktivitas ekonomi yang muncul dari kunjungan wisata.
Ekspansi PRISM juga menunjukkan semakin pentingnya destinasi berkembang dalam strategi industri hospitality. Pertumbuhan kawasan wisata tidak hanya membutuhkan daya tarik dan infrastruktur, tetapi juga kapasitas akomodasi yang mampu mengikuti perubahan jumlah dan karakter wisatawan.
Melalui 11 properti di Nusa Penida, PRISM kini memperkuat kehadirannya di salah satu kawasan pariwisata Bali yang terus berkembang. Perusahaan menyatakan akan terus mengeksplorasi peluang pertumbuhan di berbagai destinasi berkembang lainnya di Indonesia dengan mengandalkan kombinasi portofolio multi-brand dan model pengelolaan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. (ret/hdl)

18 hours ago
14







































