Pemkot Surabaya Perkuat Mitigasi Gempa, Warga Dilatih Hadapi Potensi Sesar Aktif

19 hours ago 17

Surabaya (pilar.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperkuat edukasi dan pelatihan mitigasi bencana untuk menghadapi potensi risiko gempa bumi akibat keberadaan patahan atau sesar aktif di Surabaya dan sekitarnya.

Pelatihan dilakukan secara berjenjang, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga masyarakat umum. Selain sekolah, BPBD Surabaya juga menyasar pesantren, rumah sakit, gedung bertingkat, serta lingkungan masyarakat melalui Kampung Pancasila.

Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan edukasi mitigasi diberikan sejak usia dini. Di lingkungan pendidikan, pelatihan dilakukan mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok.

Materi utama mencakup cara menyelamatkan diri ketika gempa terjadi, menentukan titik kumpul, hingga langkah yang dapat dilakukan untuk membantu anggota keluarga. Masyarakat juga diingatkan agar tidak panik dan berlari sembarangan ketika terjadi guncangan.

Irvan menjelaskan, salah satu prinsip yang diajarkan BPBD adalah hold and cover, yakni melindungi kepala dan leher dengan memanfaatkan benda atau tempat yang relatif aman, seperti berlindung di bawah meja. Materi edukasi juga mengenalkan konsep triangle of life atau segitiga kehidupan.

Penguatan kesiapsiagaan tersebut dilakukan seiring hasil survei Pemkot Surabaya bersama tim ahli geologi yang mengidentifikasi dua patahan aktif dari sistem Sesar Kendeng yang melintasi wilayah Surabaya, yakni Patahan Surabaya dan Patahan Waru.

Pakar Geologi Dr. Ir. Amien Widodo, M.Si., menjelaskan kedua patahan tersebut memiliki karakteristik patahan naik atau thrust fault. Dalam materi yang disampaikan, aktivitas geologis patahan ditandai oleh dorongan dari bawah permukaan yang secara perlahan mengangkat lapisan tanah dan membentuk bentang perbukitan memanjang.

Patahan Surabaya disebut berkaitan dengan bentang perbukitan yang memanjang dari kawasan Wonokitri, Mayjen Sungkono hingga Cerme. Sementara Patahan Waru disebut membentuk gundukan perbukitan dari kawasan Karangpilang, Nganjuk, dan memanjang ke arah barat.

Survei yang dipaparkan Pemkot Surabaya juga mencatat adanya pergerakan pada kedua patahan tersebut. Patahan Surabaya disebut bergerak atau terdorong sekitar 4 sentimeter per tahun, sedangkan Patahan Waru sekitar 3 sentimeter per tahun.

Aktivitas kedua patahan juga dikaitkan dengan munculnya gempa-gempa mikro dengan magnitudo sekitar 1 hingga 3. Getaran dengan skala tersebut umumnya sangat kecil dan tidak selalu dirasakan masyarakat. Dalam pemaparan Amien Widodo, aktivitas gempa mikro tersebut menjadi salah satu indikator bahwa sistem sesar masih aktif bergerak.

Kondisi itu membuat pemantauan aktivitas sesar menjadi bagian penting dari upaya mitigasi. Pemkot Surabaya dan pihak terkait berencana memasang sejumlah instrumen seismograf di beberapa titik di sekitar patahan dan wilayah Kota Surabaya.

Instrumen tersebut diharapkan dapat membantu memantau aktivitas dan pergerakan sesar secara lebih berkelanjutan. Data hasil pemantauan nantinya dapat menjadi salah satu bahan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta kewaspadaan terhadap perubahan aktivitas seismik.

Bagi BPBD Surabaya, penguatan mitigasi tidak hanya bergantung pada teknologi pemantauan, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam merespons ketika bencana terjadi. Karena itu, edukasi dilakukan secara berkelanjutan dan menyasar berbagai kelompok serta lokasi yang memiliki karakteristik risiko berbeda.

Irvan Widyanto menekankan pentingnya masyarakat memahami tindakan yang tepat ketika gempa terjadi, sehingga respons spontan yang berpotensi membahayakan dapat diminimalkan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya membangun ketangguhan masyarakat menghadapi potensi bencana. Dengan menggabungkan edukasi, pelatihan, pemantauan aktivitas sesar, dan kerja sama dengan ahli geologi, pemerintah daerah berupaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko gempa bumi di wilayah Surabaya dan sekitarnya. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |