Jakarta (pilar.id) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat komitmennya dalam perlindungan penyu melalui kolaborasi lintas sektor di kawasan Belitong UNESCO Global Geopark. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis konservasi.
Penguatan komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi strategi pengelolaan penyu yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku pariwisata, asosiasi, hingga masyarakat lokal. Kolaborasi ini diarahkan untuk menyelaraskan kepentingan ekonomi dengan tanggung jawab ekologis di kawasan geopark.
Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Dyah Erowati, menekankan bahwa penyu memiliki peran penting sebagai indikator kesehatan ekosistem laut. Keberadaan penyu yang masih aktif bertelur mencerminkan kondisi lingkungan yang terjaga, sementara penurunan populasi menjadi sinyal awal kerusakan ekosistem.
Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan konservasi yang terstruktur dan berkelanjutan, termasuk penyusunan roadmap yang jelas serta penguatan implementasi di lapangan. Status geopark internasional yang disandang Belitung dinilai membawa tanggung jawab besar untuk mengintegrasikan aspek konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi secara seimbang.
Dari sisi teknis, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik KKP, Sarmintohadi, menjelaskan bahwa konservasi penyu merupakan bagian dari strategi nasional yang bertumpu pada tiga pilar utama, yakni perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan berkelanjutan. Implementasi strategi ini dilakukan secara terpadu dan berbasis data.
Menurutnya, berbagai tantangan masih dihadapi, seperti penurunan populasi, degradasi habitat, hingga tekanan aktivitas manusia. Oleh karena itu, penguatan sistem pemantauan, penegakan hukum, serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan konservasi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, Marzuki, menilai keberhasilan konservasi penyu memiliki peran strategis dalam mempertahankan status geopark. Ia menyebut Pulau Cina sebagai salah satu kawasan penting karena menjadi lokasi peneluran penyu dengan nilai ekologis tinggi.
Sebagai tindak lanjut, dilakukan peninjauan lapangan ke Pulau Cina untuk melihat kesiapan fasilitas penyelamatan penyu yang dikelola pihak swasta. Kunjungan ini bertujuan memastikan kawasan tersebut dapat berkembang sebagai pusat konservasi yang terintegrasi dengan wisata edukasi.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, telah menegaskan bahwa penyu merupakan biota laut yang dilindungi dan memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Melalui kebijakan ekonomi biru dan Rencana Aksi Nasional Konservasi Penyu, pemerintah terus mendorong perlindungan habitat, pengawasan aktivitas ilegal, serta pelibatan masyarakat.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian penyu, tetapi juga memperkuat posisi Belitung sebagai destinasi ekowisata unggulan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan. (usm)

9 hours ago
9

















































