Penemuan bayi pada gerobak nasi uduk di Jaksel diselidiki polisi

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Polisi masih menyelidiki kasus penemuan bayi perempuan berusia dua hari, Ameera Ramadhani pada gerobak nasi uduk di depan rumah warga Jalan Pejaten Raya RT 01/02, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa sore (3/3).

"Prosesnya masih pada tahap mencari kakak sang bayi bernama Zidan (12) karena dia ini yang diduga meninggalkan bayi itu," kata Kapolsek Pasar Minggu, Jaksel, Kompol Anggiat Sinambela saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Bayi itu diduga ditinggal oleh sang kakak, setelah ibunya meninggal tak lama setelah melahirkan bayi Ameera Ramadhani.

Anggiat mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut kasus tersebut.

Kepala Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Selatan, Bernard Tambunan secara terpisah menyebutkan, bayi itu kini telah diserahkan ke Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa, Cipayung, Jakarta Timur.

Baca juga: Bayi perempuan ditinggal kakak di Pasar Minggu usai ibu meninggal

"Sudah kita serahkan ke panti balita," katanya.

Ia menjelaskan, penyerahan bayi terlantar tersebut dilakukan pada Kamis siang ini.

Ia berharap dengan dipercayakan ke panti sosial maka ada pengadopsi yang bisa merawat sang bayi sesuai prosedur yang berlaku.

"Jika ada yang mau adopsi, langsung saja ke panti balita. Nanti, di sana ada prosedurnya," katanya.

Seorang bayi perempuan yang masih hidup dan diperkirakan berusia dua hari ditemukan pada gerobak nasi uduk di depan rumah warga, Jalan Pejaten Raya RT 01/02, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/3) sore.

Baca juga: Banyak warga ingin adopsi bayi yang ditemukan di Pasar Minggu

Kepolisian sektor (Polsek) Pasar Minggu menyebut bayi itu ditemukan pada Selasa sore pukul 17.30 WIB dan dilaporkan kepada polisi pada 17.43 WIB.

Setelah mendapatkan informasi, personel Polsek Pasar Minggu mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan memastikan kondisi sang bayi melalui para saksi.

Bayi itu ditemukan memakai pakaian bermotif boneka beruang berwarna biru dan diselimuti selimut berwarna putih. Dalam tas itu juga terdapat sejumlah barang lainnya yakni susu bubuk, tisu basah, sarung tangan dan tulisan pada secarik kertas.

Bayi perempuan tersebut diperkirakan berusia dua hari berdasarkan tulisan di kertas yang dituliskan oleh seorang bernama Zidan. Dia diduga sengaja menelantarkan bayi di TKP.

Hingga akhirnya para saksi memutuskan melapor penemuan bayi yang hidup itu kepada RT dan polisi. Informasi penemuan bayi itu juga telah dilaporkan ke Polsek Pasar Minggu melalui grup WA Polsek Pasar Minggu.

Baca juga: Warga dengar tangisan sebelum bayi ditemukan di gerobak nasi

Selanjutnya, petugas telah mencari rekaman CCTV serta berkoordinasi dengan RT, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Puskesmas Pasar Minggu dan Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan.

Kemudian, pada pukul 19.55 WIB, bayi itu telah dibawa ke Puskesmas Pasar Minggu guna penanganan medis lebih lanjut.

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |