Polisi duga pengemudi yang tewas di jalan layang Jelambar karena sakit

1 week ago 34

Jakarta (ANTARA) - Polisi menduga seorang pria berinisial AR (51) yang tewas dalam mobilnya di tengah kepadatan lalu lintas di jalan layang (flyover) Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis siang, karena sakit.

Hal itu menyusul tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, serta beberapa item obat pada dashboard mobilnya.

"Diidentifikasi oleh Polres Jakbar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Jadi dugaannya meninggal karena sakit," ucap Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Adapun obat-obatan yang ditemukan berupa minyak angin, instro dan inhaler obat asma.

"Jadi kita belum tau (penyebab pastinya). Kalau mau tahu kan melalui proses pemeriksaan di rumah sakit. Kita sudah serahkan ke RSCM, nanti mungkin menunggu hasil," katanya.

Baca juga: Pengemudi tewas di tengah kemacetan di Jakbar

Baca juga: Ini kronologi pengemudi tewas saat berkendara di jalan layang Jelambar

Peristiwa itu bermula pada pukul 13.00 WIB, saat tiba-tiba mobil korban mogok. "Jadi tadi sekitar jam 1 (siang) ada saksi di bengkel mobil sempat melihat korban mengendarai mobil terus tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Kemudian saksi ini memberitahu kepada anggota Satlantas," ujarnya.

Petugas Satlantas pun mendatangi lokasi dan memeriksa mobil korban yang beralamat di Penjaringan, Jakarta Utara itu.

"Kemudian anggota Lantas membantu dorong mobil tersebut. Namun (mobil korban) direm tangan, sempat diketuk kaca mobilnya, namun tidak direspon," ujar Alex.

Petugas pun berinisiatif membuka pintu mobil dan menemukan korban tengah tertunduk di depan kemudi. "Terus pas dicek denyut nadinya korban ini sudah tidak berdetak," kata Alex.

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |