Jakarta (ANTARA) - Polisi menyelidiki video viral terkait dugaan pemerasan terhadap seorang pesepeda di Jalan Inspeksi Saluran Tarum Barat, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur (Jaktim).
"Kami sudah melakukan pengecekan ke lokasi," kata Kapolsek Makasar Kompol Sumardi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Dia menyebutkan hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan dari korban ataupun pihak yang dirugikan dalam peristiwa yang viral tersebut.
"Sampai saat ini, belum ada konfirmasi, nanti akan kita lakukan pengecekan (lagi)," ujar Sumardi.
Dia pun mengimbau agar masyarakat yang merasa pernah dirugikan dalam insiden tersebut segera membuat laporan ke kantor polisi terdekat untuk ditindaklanjuti.
"Imbauannya, tentu kalau ada pihak yang dirugikan, silakan untuk buat laporan. Kami sudah cek juga di lokasi, sampai saat ini, belum ketemu (pihak) yang dirugikan," ucap Sumardi.
Baca juga: Polres Jakpus ungkap kasus dugaan pemerasan terhadap pengusaha muda
Sebelumnya, viral di media sosial sebuah video dugaan pemerasan dengan modus berpura-pura menjadi korban kecelakaan di Jalan Inspeksi Saluran Tarum Barat, Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Timur.
Dalam unggahan akun Instagram @info.jakartatimurr itu terlihat terduga pelaku sengaja menjatuhkan diri atau berpura-pura tertabrak saat seorang pesepeda melintas.
"Viral di media sosial video dugaan aksi pemerasan dengan modus berpura-pura menjadi korban kecelakaan di kawasan Kalimalang (BKT), tepatnya di Jl Inspeksi Saluran Tarum Barat, Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur," tulis keterangan akun @info.jakartatimurr.
Setelah insiden tersebut, pelaku diduga meminta sejumlah uang kepada korban dengan alasan ganti rugi.
Dalam video yang beredar, pelaku disebut mengendarai sepeda motor tanpa pelat nomor polisi.
Baca juga: Polisi ungkap kronologi penyekapan dan pemerasan di toko Jakpus
Baca juga: Polisi buru pelaku pemerasan di Cakung Jaktim
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































