Jakarta (ANTARA) - Kepolisian mengungkap sosok VA merupakan rekan yang sempat menemani pemengaruh (influencer) melalui rekaman CCTV sebelum ditemukan meninggal dunia di apartemen kawasan Jakarta Selatan.
"Kita melihatnya dari CCTV lift. Di dalam lift, yang dalam lingkaran adalah Saudari LL bersama rekannya Saudari VA. Aktivitas keluar dari apartemen," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Mohamad Iskandarsyah dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Rekaman itu menunjukkan sehari sebelumnya korban masih beraktivitas normal. Sehari sebelum ditemukan tewas, Lula terekam keluar apartemen bersama seorang rekannya berinisial VA. Keduanya terlihat berada di dalam lift lalu meninggalkan apartemen.
Penelusuran berlanjut ke rekaman CCTV di luar apartemen yang menunjukkan Lula dan VA mendatangi sebuah kafe di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan.
"Saudari LL yang di dalam lingkaran merah ini terlihat masih bersama orang yang sama, yaitu saksi Saudari VA. Kita lihat masuk ke dalam restoran dan melakukan aktivitasnya," ucapnya.
Baca juga: Penyebab kematian Lula Lahfah karena kehabisan napas
Setelah beraktivitas di kafe, korban kembali ke apartemen menggunakan kendaraan pribadinya.
Rekaman memperlihatkan Lula masih bersama VA hingga tiba di lantai unit tempat tinggalnya. Selanjutnya, terlihat sosok lain berinisial C turun dari lantai tersebut menuju area basement.
"Di sini sebagai saksi sudah kita ambil keterangannya juga, turun dari lantai tempat Saudari LL tinggal menuju ke basement," ujar dia.
Pihaknya juga menemukan bukti bahwa korban sempat menjalani pengobatan di sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan pada hari yang sama. Hal itu diperkuat rekam medis serta keterangan saksi C yang telah diperiksa penyidik.
"Dan berdasarkan bukti-bukti yang ada, kita sudah melihat rekam medis dan bukti pembayaran rumah sakit. Saudari LL melaksanakan atau melakukan pengobatan di sebuah rumah sakit di wilayah Jakarta Selatan juga, dengan keterangan dari Saudari C diperkuat," ucapnya.
Kepolisian menemukan tabung warna merah muda (whip pink) dan bercak darah di apartemen pemengaruh (influencer) Lula Lahfah yang berada di kawasan Jakarta Selatan usai dinyatakan meninggal.
Satu buah tabung "whip pink" itu berukuran 2.050 gram (gr) untuk dilaksanakan pemeriksaan DNA sentuhan (touch DNA).
Kemudian, satu buah kotak warna "pink" berisi 44 tablet obat-obatan untuk dilaksanakan pemeriksaan DNA sentuhan.
Baca juga: Polisi temukan bercak darah di apartemen Lula Lahfah
Baca juga: Tak ada pidana, Polisi hentikan penyelidikan kematian Lula Lahfah
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan menemukan obat dan surat rawat jalan di lantai 25 apartemen yang ditempati pemengaruh (influencer) Lula Lahfah di Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru, pada Jumat (23/1) malam pukul 18.44 WIB.
"Tidak ada tanda tanda penganiayaan, namun ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan dari RSPI," kata Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (24/1).
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































