Jakarta (ANTARA) - Personel gabungan mengamankan belasan wanita malam hingga puluhan botol minuman keras (miras) dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim).
"Untuk hasil minuman keras kita totalnya 29 botol berbagai jenis. Kalau wanita malam ada sekitar delapan sampai sepuluh orang terduga pekerja seks komersial (PSK), dua laki-laki diduga pengguna atau preman," kata Camat Ciracas Panangaran Ritonga usai operasi pekan di Ciracas, Jakarta Timur, Jumat malam.
Operasi pekat yang dimulai sekitar pukul 22.15 WIB dilakukan sebagai upaya menciptakan kondisi yang kondusif selama Ramadhan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman
Operasi ini didukung tim dari tingkat kota, mulai dari Pemerintah Kota Jakarta Timur, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), unsur TNI-Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Dinas Sosial.
"Kami melakukan operasi pekat di wilayah Kecamatan Ciracas secara gabungan," ujar Ritonga.
Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan atensi pimpinan daerah untuk menertibkan penyakit masyarakat yang dinilai masih marak, terutama di sekitar kawasan GOR Ciracas.
"Ini dalam rangka cipta kondisi di bulan Ramadan supaya saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah tidak terlalu banyak gangguan, baik itu gangguan mata maupun hati," ucap Ritonga.
Personel gabungan mengamankan belasan wanita malam hingga puluhan botol minuman keras dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (6/3/2026) pukul 22.15 WIB. (ANTARA/Siti Nurhaliza)Selain itu, Ritonga menjelaskan, operasi dilakukan setelah muncul keluhan masyarakat di media sosial yang menyoroti masih adanya aktivitas prostitusi dan peredaran minuman keras di kawasan tersebut meskipun sudah memasuki bulan suci Ramadhan.
"Kemarin sempat ramai di media sosial bahwa di sekitar GOR Ciracas kegiatan penyakit masyarakat masih beraktivitas seperti biasa. Jadi memang perlu dilakukan kegiatan untuk memberikan efek jera," jelas Ritonga.
Lebih lanjut, para perempuan dan laki-laki yang diduga sebagai wanita pekerja seks dan pengguna tersebut selanjutnya akan dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.
"Para wanita ini akan segera kami bawa ke panti sosial untuk diserahkan penanganannya lebih lanjut," ucap Ritonga.
Ritonga menegaskan, kawasan tersebut sebenarnya tidak memiliki lokasi khusus prostitusi.
Namun, keberadaan pedagang kaki lima di sekitar tembok GOR Ciracas kerap dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul yang kemudian memicu aktivitas tersebut.
"Di sekitar GOR ini banyak pedagang kaki lima yang akhirnya menjadi tempat tongkrongan. Di situ ada yang menjajakan diri dan juga tersedia minuman keras," ucap Ritonga.
Ke depannya, pihak kecamatan akan meningkatkan frekuensi operasi penertiban untuk mencegah kembali munculnya aktivitas serupa, khususnya selama bulan Ramadhan.
"Kegiatan penertiban seperti ini akan kami tingkatkan frekuensinya agar situasi tetap kondusif dan masyarakat bisa beribadah dengan tenang," kata Ritonga.
Baca juga: Polda Papua Barat sita senjata tajam saat Operasi Pekat di Manokwari
Baca juga: Jelang Ramadhan, petugas sita puluhan miras di Jaktim
Baca juga: Operasi Pekat Jaya 2026, sebanyak 937 pelaku kriminal ditangkap
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































