BCA Siapkan Buyback Saham hingga Rp5 Triliun, Perkuat Kepercayaan Investor dan Stabilitas Pasar

2 days ago 13

Ringkasan Berita

  • BCA berencana melakukan pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp5 triliun.
  • Buyback akan berlangsung hingga 12 bulan setelah persetujuan RUPST 12 Maret 2026.
  • Jumlah saham yang dibeli kembali maksimal 10% dari modal disetor.
  • Aksi ini ditujukan untuk mendukung stabilitas pasar dan meningkatkan kepercayaan investor.
  • Manajemen menegaskan buyback tidak berdampak material terhadap kinerja keuangan BCA.

Jakarta (pilar.id) – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengumumkan rencana pembelian kembali saham Perseroan (shares buyback) yang telah beredar dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung stabilitas pasar modal nasional, menjaga kepercayaan investor, serta mengoptimalkan tingkat pengembalian bagi para pemegang saham.

Manajemen BCA menyampaikan bahwa rencana buyback saham akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret 2026. Setelah memperoleh persetujuan, periode pelaksanaan buyback direncanakan berlangsung hingga 12 bulan, kecuali diakhiri lebih cepat dengan tetap memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menjelaskan bahwa nilai maksimum dana yang disiapkan untuk buyback saham mencapai Rp5 triliun, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya terkait lainnya. Adapun jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari modal disetor Perseroan.

Tetap Jaga Kesehatan Permodalan

BCA memastikan bahwa pelaksanaan buyback saham ini tidak akan menurunkan rasio permodalan di bawah batas minimum yang ditetapkan regulator. Aksi tersebut tetap mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kewajiban penyediaan modal minimum bagi bank umum.

Manajemen menilai buyback saham tidak akan memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan maupun kelangsungan kegiatan usaha Perseroan. Dalam setiap aksi korporasi, BCA menegaskan komitmennya untuk menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta mematuhi seluruh regulasi yang berlaku di sektor jasa keuangan.

Langkah buyback saham ini juga dipandang sebagai sinyal positif bagi pasar, khususnya di tengah dinamika global dan fluktuasi pasar keuangan. Dengan fundamental keuangan yang kuat, BCA menilai langkah tersebut dapat mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang Perseroan.

Fundamental Kuat dan Jaringan Luas

Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, BCA dikenal fokus pada bisnis perbankan transaksi serta penyediaan solusi keuangan bagi segmen korporasi, komersial, usaha kecil dan menengah (UKM), hingga konsumer. Hingga akhir Desember 2025, BCA melayani sekitar 43 juta rekening nasabah dan memproses lebih dari 115 juta transaksi setiap hari.

Operasional BCA didukung oleh 1.270 kantor cabang, 20.163 mesin ATM, serta layanan internet dan mobile banking yang terintegrasi dengan contact center Halo BCA selama 24 jam. Selain itu, BCA juga diperkuat oleh sejumlah entitas anak yang bergerak di bidang pembiayaan kendaraan, perbankan syariah, sekuritas, asuransi umum dan jiwa, perbankan digital, hingga modal ventura.

Dengan lebih dari 27.000 karyawan, BCA menegaskan visinya untuk menjadi bank pilihan utama masyarakat Indonesia serta berperan sebagai pilar penting dalam mendukung pertumbuhan perekonomian nasional. Aksi buyback saham ini menjadi salah satu langkah strategis BCA dalam menjaga kepercayaan pemegang saham sekaligus memperkuat posisi Perseroan di industri perbankan nasional. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |