BNI Tutup 2025 dengan Kinerja Solid, Kredit Tumbuh 15,9% dan Transformasi Digital Kian Matang

9 hours ago 8

Ringkasan Berita

  • BNI mencatat pertumbuhan kredit 15,9% YoY sepanjang 2025 dengan struktur pendanaan yang semakin kuat.
  • Dana murah (CASA) tumbuh 28,9% YoY, menopang efisiensi biaya dana dan likuiditas.
  • Kualitas aset membaik dengan NPL bruto 1,9% dan LaR 8,5%.
  • Transformasi digital melalui wondr by BNI dan BNIdirect mendorong pertumbuhan tabungan dan giro korporasi.
  • Laba bersih konsolidasi BNI mencapai Rp20 triliun pada 2025.

Jakarta (pilar.id) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menutup tahun buku 2025 dengan kinerja fundamental yang solid di tengah volatilitas ekonomi global dan penyesuaian kebijakan moneter. Bank pelat merah ini mampu menjaga pertumbuhan kredit yang sehat dan berimbang, memperkuat struktur pendanaan, serta mencatatkan perbaikan kualitas aset secara konsisten.

Sepanjang 2025, kredit BNI tumbuh 15,9% secara tahunan (year on year/YoY), terutama ditopang ekspansi ke sektor-sektor produktif. Pertumbuhan tersebut selaras dengan penguatan pendanaan berbasis dana murah atau current account saving account (CASA) yang meningkat signifikan, sehingga menjaga efisiensi biaya dana di tengah dinamika pasar keuangan.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menilai capaian tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis perseroan yang dibangun melalui penguatan fundamental, disiplin risiko, dan transformasi berkelanjutan. Menurutnya, fokus BNI tidak hanya pada ekspansi bisnis, tetapi juga pada peningkatan produktivitas dan kualitas layanan secara menyeluruh.

Transformasi BNI dijalankan melalui penguatan kapabilitas sumber daya manusia, optimalisasi jaringan kantor, pemanfaatan data analytics, serta pengembangan platform digital. Salah satu pendorong utama adalah pengembangan wondr by BNI sebagai personal transaction platform. Hingga akhir 2025, jumlah pengguna wondr by BNI telah melampaui 12 juta, dengan tingkat keaktifan transaksi yang lebih tinggi dibandingkan platform sebelumnya, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan tabungan ritel dan penguatan CASA.

Di segmen korporasi dan bisnis, BNI terus menyempurnakan BNIdirect yang mencakup layanan cash management, trade finance, bank guarantee, hingga supply chain financing. Sepanjang 2025, jumlah pengguna dan nilai transaksi BNIdirect tumbuh lebih dari 25% YoY, yang berdampak langsung pada peningkatan dana giro korporasi.

Dari sisi pendanaan, Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menjelaskan bahwa seluruh pertumbuhan kredit 15,9% YoY didanai oleh dana murah. CASA BNI tumbuh 28,9% YoY, didorong lonjakan giro sebesar 43,8% dan pertumbuhan tabungan 11,2%. Struktur pendanaan yang sehat tersebut memperkuat pengelolaan likuiditas dan menjaga keseimbangan neraca perseroan.

Permodalan BNI juga tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 20,7%, jauh di atas ketentuan regulator. Kondisi ini memberikan ruang yang memadai bagi BNI untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus mengantisipasi risiko di tengah ketidakpastian global.

Momentum akselerasi kinerja terlihat pada kuartal IV 2025, ketika BNI membukukan pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) sebesar Rp9,4 triliun, tertinggi sepanjang tahun. Secara kumulatif, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) mencapai Rp40,3 triliun, sementara pendapatan nonbunga tumbuh 5,2% YoY menjadi Rp24,6 triliun, didorong peningkatan transaksi digital, treasury, dan trade finance.

Kualitas aset BNI terus membaik, tercermin dari penurunan rasio non-performing loan (NPL) bruto menjadi 1,9% serta Loan at Risk (LaR) ke level 8,5%, mendekati kondisi sebelum pandemi. Tingkat pencadangan juga berada pada level yang kuat dan prudent, dengan NPL coverage ratio 205,5% dan LaR coverage ratio 46,9%.

Dengan kombinasi pertumbuhan kredit yang sehat, pendanaan yang solid, serta kualitas aset yang terjaga, BNI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp20 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut memperkuat posisi BNI sebagai bank nasional berkapabilitas global sekaligus mitra strategis pemerintah.

Selain kinerja finansial, BNI juga menegaskan perannya dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan keberlanjutan. Portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI mencapai Rp197 triliun atau setara 22% dari total kredit, mencakup sektor energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam, serta UMKM. Komitmen ini diperkuat melalui penerbitan sustainability bond dan green bond, sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam strategi jangka panjang perseroan. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |