Begini tanggapan polisi soal aksi mahasiswa yang coret hijab Polwan

19 hours ago 21

Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya menanggapi aksi seorang mahasiswa yang melakukan pencoretan terhadap kain penutup kepala (jilbab) Polwan saat kegiatan penyampaian pendapat di kawasan Mabes Polri pada Jumat (27/2).

"Kain penutup kepala yang digunakan personel Polwan merupakan bagian dari kelengkapan berpakaian dan memiliki fungsi sebagai penutup aurat sehingga tidak semestinya dijadikan sarana ekspresi yang bernuansa provokatif," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Ia juga mengimbau agar penyampaian pendapat dilakukan dengan lebih beradab, tanpa tindakan yang merendahkan martabat atau berpotensi memancing emosi di lapangan.

Budi menegaskan, Polri menghormati hak warga menyampaikan pendapat, namun mengingatkan pelaksanaannya harus tetap tertib, santun dan beretika.

“Personel kami di lapangan melayani kegiatan penyampaian pendapat secara humanis. Namun cara menyampaikan aspirasi juga harus menjaga etika serta menghormati pihak lain,” ujarnya.

Baca juga: Ribuan personel dikerahkan untuk amankan unjuk rasa di Mabes Polri

Budi juga mengapresiasi terhadap mahasiswa atas pelaksanaan kegiatan penyampaian aspirasi pada Jumat (27/2) berjalan aman, tertib dan damai.

Walaupun di dalam kegiatan tersebut ada oknum mahasiswa yang juga memaki-maki anggota Polri, bahkan menulis kain penutup kepala Polwan dengan tulisan yang tidak elok.

"Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa kesabaran itu bisa membuat situasi semua aman, kondusif, dan dapat dikendalikan," kata Budi.

Polda Metro Jaya mengerahkan 3.992 personel untuk mengamankan kegiatan unjuk rasa yang berlangsung di depan Mabes Polri pada Jumat (27/2).

"Sebanyak 3.992 personel dikerahkan, terdiri atas 3.093 personel Polda Metro Jaya dan diperkuat personel dari polres jajaran," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Soal unjuk rasa, Kapolda Metro Jaya beri arahan penting kepada anggota

Dia menjelaskan, pelibatan personel itu dilakukan untuk memastikan unjuk rasa berjalan tertib sekaligus menjaga agar aktivitas masyarakat tetap kondusif, khususnya pada bulan suci Ramadhan.

Sebelumnya, beredar unggahan di media sosial Instagram melalui akun @bemui_official yang mengunggah postingan mengenai aksi demonstrasi di Mabes Polri pada Jumat (27/2).

Dalam postingan tersebut, disebutkan demonstrasi terkait kematian siswa madrasah berinisial AT (14) oleh anggota Brimob itu bakal digelar pada pukul 13.00 WIB dengan titik aksi di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

​​​​​​Dalam sebuah video yang juga beredar, terlihat seorang mahasiswi berjaket kuning mengambil kain penutup kepala dari salah satu personel negosiator Polwan.

Mahasiswi tersebut kemudian menuliskan sebuah tulisan yang kurang pantas pada kain putih itu, lalu tampak melakukan dokumentasi dengan memegang kain yang sudah bertuliskan kata tersebut.

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |