Jakarta (pilar.id) – PT Danantara Investment Management (DIM) resmi menyerahkan Conditional Letter of Award (CLoA) kepada delapan mitra terpilih dalam Batch II Program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) pada 20 Juli 2026. Penetapan tersebut menjadi tonggak baru dalam percepatan pengembangan proyek waste-to-energy (WtE) di Indonesia yang mencakup delapan kawasan proyek di 20 kabupaten dan kota.
Pemberian CLoA menandai selesainya proses seleksi mitra proyek yang berlangsung kurang dari tujuh minggu. Selanjutnya, seluruh mitra akan memasuki tahapan penyusunan studi kelayakan hingga persiapan konstruksi proyek.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menegaskan proses seleksi dilaksanakan secara ketat sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Ia berharap seluruh mitra mampu memenuhi target setiap tahapan proyek sekaligus menjaga standar tata kelola yang baik selama implementasi berlangsung.
Delapan Mitra Terpilih untuk Delapan Kawasan PSEL
Delapan mitra yang ditetapkan akan mengembangkan proyek PSEL di berbagai wilayah strategis Indonesia. Berikut daftar mitra terpilih:
| Greater Medan | Nusantara Energi Hijau Consortium (BGE Sentosa Utama) |
| Kabupaten Bekasi | Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni) |
| Greater Lampung | Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas) |
| Greater Serang | Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE) |
| Greater Semarang | Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd. (Veolia) |
| Greater Surabaya | Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS) |
| Greater Bogor 2 | MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA) |
| Greater Yogyakarta | Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC) |
Khusus proyek Greater Medan, DIM menunjuk mitra melalui mekanisme Standby Partner, sesuai prosedur yang telah dirancang sejak awal proses seleksi. Penunjukan tersebut dilakukan sebagaimana telah diumumkan sebelumnya dalam siaran pers resmi perusahaan.
DIM menilai mekanisme tersebut menjadi bagian dari komitmen menjaga kesinambungan proyek sekaligus memastikan seluruh proses tetap berjalan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Seleksi Libatkan Peserta dari Tujuh Negara
Proses seleksi Batch II PSEL diikuti oleh 85 penyedia terseleksi (Daftar Penyedia Terseleksi/DPT) yang telah diverifikasi dan berasal dari tujuh negara, yakni Indonesia, China, Jepang, Prancis, India, Korea Selatan, dan Singapura.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 68 proposal diajukan untuk memperebutkan delapan lokasi proyek.
Menariknya, empat dari delapan konsorsium pemenang dipimpin oleh perusahaan Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pimpinan konsorsium terbanyak dalam seleksi Batch II.
Seluruh proses evaluasi dilakukan oleh tim DIM bersama penasihat independen nasional maupun internasional yang menilai berbagai aspek, mulai dari kapabilitas teknologi waste-to-energy, kemampuan finansial, kesiapan implementasi proyek, aspek komersial, hingga manajemen risiko dan kepatuhan hukum.
DIM menegaskan seluruh persyaratan dalam CLoA diterapkan secara konsisten tanpa pengecualian. Apabila suatu persyaratan tidak dapat dipenuhi, mekanisme Standby Partner akan diaktifkan agar proyek tetap berjalan tanpa mengganggu jadwal pelaksanaan.
Target Groundbreaking Dimulai Akhir 2026
Setelah menerima CLoA, seluruh mitra diwajibkan menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study) yang ditargetkan rampung pada pertengahan November 2026.
Tahapan berikutnya meliputi persiapan proyek, pengurusan perizinan, serah terima lahan, hingga pelaksanaan groundbreaking yang ditargetkan berlangsung antara Desember 2026 hingga Januari 2027.
Apabila terdapat mitra yang gagal memenuhi persyaratan menuju penerbitan Final Letter of Award (FLoA), maka penunjukan akan dialihkan kepada Standby Partner sesuai lokasi proyek atau dilakukan proses tender ulang.
Program Batch II merupakan bagian dari pengembangan nasional PSEL yang dilaksanakan secara bertahap. Sebelumnya, pemerintah telah memulai tahap implementasi melalui groundbreaking proyek PSEL Bali pada 8 Juli 2026. Sementara itu, pengumuman groundbreaking proyek PSEL Kota Bekasi dan Greater Bogor dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.
Seluruh proyek yang memasuki tahap implementasi nantinya akan dikembangkan dan dioperasikan oleh PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), platform pengembangan pengelolaan sampah dan waste-to-energy milik DIM, bersama mitra pengembang yang telah ditunjuk.
Melalui program ini, Danantara menargetkan percepatan penyelesaian persoalan pengelolaan sampah nasional sekaligus menciptakan manfaat ekonomi dan lingkungan, seperti peningkatan investasi hijau, pembukaan lapangan kerja ramah lingkungan, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta penguatan ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia.

5 hours ago
4





























