Jakarta (ANTARA) - Seorang pria menjadi sasaran amukan massa karena dikira begal saat beraksi mencuri power bank dari dasbor sepeda motor warga di kawasan Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Wisnu Wirawan, menegaskan bahwa pelaku murni melakukan aksi pencurian, bukan pembegalan, sebagaimana narasi yang sempat beredar di media sosial.
"Bukan begal, hanya pencurian biasa karena pelaku tidak membawa senjata tajam," kata Wisnu di Jakarta, Senin.
Pengeroyokan yang dilakukan warga pada pada Jumat (22/5) itu bermula saat pelaku melintas di lokasi dan melihat power bank dalam dasbor sebuah sepeda motor. Tanpa pikir panjang, pelaku menggasak power bank itu. Namun, aksinya tidak berjalan mulus karena dipergoki warga.
Lantaran tengah marak aksi begal di kawasan Jakarta Barat, warga lantas meneriaki pelaku sebagai begal dan mengeroyoknya.
"Jadi dia lewat, ada motor Honda Beat warna biru terparkir di sisi jalan, di motor itu ada power bank. Power banknya ini ditarik, diambil, tapi nyangkut atau bagaimana kami kurang tahu. Lalu diteriakin, akhirnya dikeroyok warga," kata Wisnu.
Akibat pengeroyokan tersebut, pelaku mengalami luka cukup parah di bagian kepala.
Polisi yang tiba ke lokasi pun langsung melarikannya ke Rumah Sakit Tarakan untuk mendapatkan perawatan medis sebelum diperiksa.
"Untuk tindak lanjut awal, pria tersebut langsung dibawa ke RS Tarakan untuk dilakukan perawatan medis karena mengalami luka di bagian kepala," kata Wisnu.
Namun, kejutan tidak berhenti di situ. Saat dilakukan prosedur pemeriksaan awal, polisi menemukan fakta lain mengenai kondisi pelaku.
"Kemudian saat yang bersangkutan dilakukan cek urine, didapati hasilnya yaitu positif narkoba jenis metamphetamine (sabu)," ungkap Wisnu.
Hingga saat ini, polisi belum menerima laporan resmi dari korban pemilik power bank tersebut.
Namun lantaran urine pelaku positif narkoba, setelah kondisinya membaik dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit, pelaku langsung dibawa kembali ke Mapolres Metro Jakarta Barat.
"Selanjutnya diserahkan ke Resnarkoba untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut," tambahnya.
Wisnu pun meminta masyarakat untuk selalu mengonfirmasi kebenaran informasi terlebih dahulu sebelum membagikannya ke media sosial, agar tidak menimbulkan keresahan publik.
Baca juga: Bukan aksi begal, polisi tegaskan insiden di Tambora murni kecelakaan
Baca juga: Kian marak, Pemprov DKI diminta antisipasi tindak kriminal di Jakbar
Baca juga: Rawan begal, Forkopimko Jakbar akan pasang CCTV di sejumlah titik
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































