Elnusa Buka 2026 dengan Replikasi Teknologi Velocity String, Dorong Produksi Migas di PHR Zona 4

12 hours ago 10

Summary Point

  • Elnusa sukses mereplikasi teknologi velocity string pada Sumur BNG-68 di PHR Zona 4.
  • Teknologi dual completion memungkinkan produksi dua reservoir berbeda secara simultan tanpa risiko cross flow.
  • Produksi minyak dan gas meningkat signifikan dengan efisiensi waktu dan tahapan kerja.
  • Replikasi sebelumnya di PHR Zona 1 menunjukkan hasil optimal dan berkelanjutan.
  • Elnusa berkomitmen memperluas penerapan inovasi untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Jakarta (pilar.id) – PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) mengawali tahun 2026 dengan capaian positif dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan gas nasional. Melalui replikasi teknologi velocity string, Elnusa berhasil meningkatkan kinerja produksi pada Sumur BNG-68 di Pertamina EP Adera Field yang berada di bawah pengelolaan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Regional Sumatra.

Teknologi tersebut diterapkan pada kegiatan dual completion, sebuah metode yang memungkinkan dua lapisan reservoir dengan tekanan berbeda diproduksikan secara bersamaan tanpa menimbulkan gangguan antarreservoir. Inovasi ini dinilai krusial karena pada praktik konvensional, perbedaan tekanan kerap memicu cross flow yang berisiko menghentikan produksi pada lapisan bertekanan lebih rendah.

Hasil implementasi di Sumur BNG-68 menunjukkan peningkatan signifikan. Pada lapisan L1, produksi minyak tercatat mencapai 281 barel per hari (BOPD) dengan produksi gas sebesar 0,32 MMSCFD. Sementara itu, lapisan N2 menghasilkan produksi minyak 123 BOPD dengan gas mencapai 3,31 MMSCFD.

Keberhasilan ini menegaskan konsistensi Elnusa dalam mengembangkan solusi teknologi yang adaptif terhadap karakteristik sumur yang beragam. Replikasi velocity string juga menjadi bukti bahwa inovasi internal mampu memberikan hasil optimal meski dihadapkan pada tantangan teknis, seperti kandungan gas yang relatif tinggi dan kondisi cuaca lapangan yang kurang bersahabat.

Tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, penerapan teknologi ini juga memberikan efisiensi operasional. Jumlah tahapan kerja berhasil dirampingkan dari rencana awal 12 tahap menjadi 10 tahap, sekaligus mempercepat waktu pengerjaan hingga satu sampai dua hari lebih singkat dibandingkan metode sebelumnya. Efisiensi tersebut berkontribusi langsung pada optimalisasi biaya tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan keandalan operasi.

Replikasi teknologi velocity string bukan kali pertama dilakukan Elnusa. Sepanjang 2025, teknologi serupa telah diterapkan di PHR Zona 1 Field Jambi, tepatnya pada Sumur PPS-X19 dan PPS-12. Implementasi tersebut mampu mendongkrak produksi minyak secara signifikan, menjadikannya salah satu solusi unggulan dalam upaya revitalisasi sumur-sumur eksisting.

Melanjutkan tren positif ini, Elnusa berencana mereplikasi teknologi velocity string pada sumur lain di PHR Zona 4, termasuk di Cluster Gunung Kemala. Selain itu, ketertarikan juga datang dari Pertamina EP Zona 7 Regional Jawa yang tengah mempertimbangkan penerapan inovasi serupa pada wilayah kerjanya.

Keberhasilan ini mempertegas posisi Elnusa sebagai penyedia jasa energi terintegrasi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga berorientasi pada efisiensi dan nilai tambah bagi klien. Sejalan dengan strategi Rediscover Technology and Innovation Edge serta pendekatan cost leadership, Elnusa terus mendorong inovasi sebagai fondasi dalam mendukung ketahanan energi dan target swasembada energi nasional. (ren/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |