iFortepay Permudah Akses QRIS Tanpa Rekening Baru, Dorong Inklusi Pembayaran Digital UMKM

8 hours ago 7

Ringkasan Berita

  • iFortepay menyediakan layanan QRIS tanpa syarat membuka rekening baru.
  • Proses pendaftaran disederhanakan hanya dengan KTP dan data usaha.
  • UMKM dapat memantau transaksi secara real-time melalui aplikasi.
  • iFortepay menargetkan pertumbuhan transaksi hingga lima kali lipat pada 2026.
  • Langkah ini mendorong inklusi pembayaran digital di sektor usaha kecil.

Jakarta (pilar.id) – Layanan pembayaran digital iFortepay memperkuat komitmennya dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyediaan layanan acquiring QRIS yang lebih inklusif. Melalui solusi ini, pelaku usaha dapat memperoleh kode QRIS tanpa perlu membuka rekening bank baru, sehingga mempercepat adopsi pembayaran nontunai.

CEO iFortepay, Valerino Wijaya, menilai bahwa masih banyak UMKM yang menghadapi kendala administratif dalam mengakses layanan pembayaran digital. Proses pendaftaran yang panjang serta persyaratan perbankan kerap menjadi hambatan bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas jangkauan pasar dan menerima berbagai metode pembayaran.

Menjawab tantangan tersebut, iFortepay menyederhanakan proses pembuatan QRIS dengan persyaratan minimal. Pelaku usaha hanya perlu menyiapkan KTP, foto selfie bersama KTP, serta informasi dasar terkait usaha. Langkah ini dirancang agar UMKM dapat lebih cepat terhubung dengan ekosistem ekonomi digital.

Melalui platform iFortepay, merchant UMKM dapat mengelola transaksi secara real-time dengan pilihan QRIS statis maupun dinamis. Seluruh aktivitas transaksi, mulai dari status pembuatan, pembayaran masuk, hingga transaksi tertunda, dapat dipantau langsung melalui aplikasi. Selain itu, tersedia fitur pengunduhan laporan keuangan untuk membantu pencatatan dan pengelolaan bisnis.

Struktur biaya yang kompetitif serta dukungan berbagai metode pembayaran di tempat turut menjadi nilai tambah layanan ini. Dengan sistem yang transparan dan mudah diakses, pelaku usaha diharapkan dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis tanpa terbebani proses teknis yang kompleks.

Saat ini, segmen UMKM menjadi kontributor terbesar dalam ekosistem merchant iFortepay, dengan volume transaksi mencapai sekitar 1,2 juta transaksi per bulan. Pada tahap awal implementasi produk, perusahaan menargetkan pertumbuhan transaksi hingga lima kali lipat pada 2026, seiring meningkatnya adopsi pembayaran digital di kalangan pelaku usaha.

Ke depan, iFortepay juga menargetkan perluasan jangkauan layanan hingga ke wilayah yang belum terlayani optimal. Dengan dukungan jaringan Portelindo dan Djarum yang tersebar luas, perusahaan optimistis dapat menjangkau lebih banyak UMKM di berbagai daerah di Indonesia.

Valerino menyampaikan bahwa kolaborasi dengan regulator, pelaku industri, dan komunitas UMKM menjadi kunci dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan. Melalui langkah ini, iFortepay berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan sistem pembayaran digital yang lebih inklusif dan memberdayakan pelaku usaha di seluruh lapisan. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |