Hari Pers Nasional 2026: Banjir Informasi, Jurnalisme Berkualitas Tetap jadi Poros Kebenaran

11 hours ago 7

Ringkasan Berita

  • Peringatan HPN 2026 mengingatkan bahwa pers yang akurat dan beretika tak tergantikan di tengah gempuran informasi digital.
  • Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, menekankan bahwa pers sehat bertumpu pada jurnalisme berkualitas yang berpihak pada publik.
  • Literasi media masyarakat dinilai krusial untuk menyaring informasi dan menghentikan sebaran berita tidak benar.
  • Perbedaan mendasar antara produk jurnalistik media massa dan konten media sosial perlu terus disosialisasikan.
  • RPH Surabaya mengembangkan website resminya sebagai kanal informasi publik yang edukatif dan terpercaya.

Surabaya (pilar.id) – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2026 mengingatkan sebuah pilar demokrasi yang tetap krusial: di tengah banjir informasi digital, kehadiran pers yang profesional dan berkualitas tidak dapat tergantikan. Era konvergensi media yang membanjiri publik dengan ribuan konten sehari-hari, dari yang faktual hingga sensasional, justru menegaskan peran pers sebagai penyedia informasi yang akurat, berimbang, dan beretika.

Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, menyatakan bahwa esensi pers yang sehat terletak pada komitmen terhadap jurnalisme berkualitas yang mengutamakan kepentingan publik. Pada momentum HPN 2026 ini, ia menyampaikan apresiasi tinggi pada insan pers yang konsisten berpegang pada fakta, peristiwa aktual, dan isu-isu berdampak bagi masyarakat.

Menurut Fajar, tantangan di era digital tidak hanya terletak pada produksi informasi, tetapi juga pada kapasitas masyarakat sebagai konsumen media. Kecerdasan masyarakat dalam menyaring dan bersikap kritis terhadap setiap konten yang diterima menjadi kunci. Ketika masyarakat selektif, ia menekankan, rantai sebaran informasi yang tidak benar dapat terputus.

Fajar juga menyoroti pentingnya edukasi berkelanjutan untuk membantu masyarakat membedakan antara produk jurnalistik dan konten media sosial. Ia menjelaskan bahwa media massa merupakan hasil proses jurnalistik yang diikat kode etik dan Undang-Undang Pers, sementara media sosial bersifat personal dengan tingkat akuntabilitas kebenaran yang berbeda. Membangun pemahaman ini, kata dia, adalah tugas bersama.

Bagi RPH Surabaya, HPN 2026 menjadi momen refleksi bahwa pers yang sehat hanya dapat tumbuh dengan dukungan jurnalisme bertanggung jawab dan masyarakat yang melek media. Tujuannya agar informasi yang beredar tidak hanya cepat, tetapi juga benar dan membawa dampak positif.

Website RPH Surabaya: Kanal Edukasi Publik yang Terpercaya

Sebagai bagian dari komitmen mendukung ekosistem informasi yang sehat, RPH Surabaya secara aktif mengembangkan website resmi rphsurabaya.co.id sebagai kanal informasi publik yang terpercaya. Melalui platform ini, RPH Surabaya menyajikan pemberitaan internal yang disusun berdasarkan fakta dan orientasi pada kepentingan serta edukasi publik.

Fajar menjelaskan, melalui website tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi langsung mengenai proses kerja RPH, mulai dari pemotongan hingga penyediaan daging yang aman dan sehat. Seluruh konten, ia memastikan, disajikan secara proporsional, berimbang, dan dirancang untuk menjadi rujukan informasi yang akurat.

Ia berharap rphsurabaya.co.id dapat menjadi sumber klarifikasi dan penjelasan faktual, baik bagi masyarakat umum maupun media massa, ketika membutuhkan informasi terkait tugas dan pelayanan RPH Surabaya kepada publik. Inisiatif ini sejalan dengan semangat HPN 2026 untuk memperkuat pilar informasi yang dapat dipertanggungjawabkan di ruang digital. (usm)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |