Jelang Operasi Ketupat 2026, Polisi Petakan Titik Rawan di Jalur Trans Jawa Kediri

2 hours ago 4

Ringkasan Berita

  • Korlantas Polri melakukan peninjauan jalur rawan Trans Jawa jelang Operasi Ketupat 2026
  • Tol Krapyak dan Simpang Tiga Mengkreng Kediri menjadi titik perhatian utama
  • Faktor minim penerangan, jalan menurun, belokan tajam, dan perlintasan KA dinilai berisiko
  • Polri mendorong sinergi lintas sektor untuk menjaga kelancaran arus mudik Lebaran
  • Keberhasilan pengamanan Lebaran 2025 dijadikan acuan untuk 2026

Jakarta (pilar.id) – Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai memetakan sejumlah titik rawan yang berpotensi menghambat kelancaran dan keselamatan arus mudik Lebaran. Salah satu fokus utama berada di jalur Trans Jawa wilayah Kediri, Jawa Timur.

Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Pol Prianto melakukan peninjauan langsung ke Tol Krapyak dan Simpang Tiga Mengkreng, Kamis (5/2/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta mengidentifikasi potensi risiko kecelakaan lalu lintas.

Dari hasil pengecekan di lapangan, Korlantas mencatat sejumlah faktor yang perlu mendapat perhatian serius. Di antaranya kondisi penerangan jalan yang minim, kontur jalan menurun, serta belokan tajam yang dinilai berisiko tinggi, terutama saat volume kendaraan meningkat pada puncak arus mudik dan arus balik.

Brigjen Pol Prianto menekankan pentingnya langkah antisipatif dari jajaran kepolisian daerah, khususnya satuan lalu lintas, melalui evaluasi bersama dan pengambilan keputusan berbasis data lapangan. Ia mendorong adanya diskusi terarah antar pemangku kepentingan untuk menentukan solusi teknis dan taktis yang dapat segera diterapkan.

Simpang Tiga Mengkreng Jadi Trouble Spot

Selain Tol Krapyak, Simpang Tiga Mengkreng juga masuk dalam kategori trouble spot. Kawasan ini dikenal sebagai simpul lalu lintas strategis yang dilalui kendaraan antarkota dan antardaerah. Keberadaan perlintasan kereta api di jalur tersebut kerap memicu perlambatan arus kendaraan dan meningkatkan potensi kecelakaan.

Korlantas Polri menilai penanganan titik ini tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata. Oleh karena itu, koordinasi dengan pengelola jalan nasional, PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta instansi perhubungan menjadi faktor krusial dalam menciptakan pengamanan lalu lintas yang efektif selama periode Lebaran.

Belajar dari Keberhasilan Lebaran 2025

Dalam kesempatan yang sama, Brigjen Pol Prianto menyampaikan harapan agar keberhasilan pengamanan Lebaran tahun sebelumnya dapat kembali terulang. Pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2025 dinilai berjalan baik dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat.

Keberhasilan tersebut, menurutnya, menjadi modal penting sekaligus motivasi bersama dalam menyongsong Operasi Ketupat 2026. Sinergi lintas sektor dan kesiapan sejak dini dinilai sebagai kunci utama untuk menjaga keselamatan masyarakat pengguna jalan.

Korlantas Polri memastikan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi di berbagai jalur strategis, baik Pantura, Pansela, maupun Trans Jawa, guna memberikan pelayanan optimal selama masa mudik Lebaran 2026. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |