Buka Diklat PPIH Embarkasi Surabaya, Gubernur Khofifah Tekankan Empati Pelayanan Haji

4 hours ago 3

Ringkasan Berita

  • Gubernur Jawa Timur membuka Diklat PPIH Kloter Embarkasi Surabaya Tahun 2026.
  • Sebanyak 626 peserta dibekali kecakapan teknis, regulasi, dan empati pelayanan.
  • Embarkasi Surabaya melayani jemaah dari Jawa Timur, Bali, dan NTT.
  • Penguatan fiqhun nisa dinilai penting untuk mendampingi jemaah perempuan usia produktif.
  • Penguatan SDM PPIH Jadi Prioritas Pelayanan Haji

Surabaya (pilar.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter Embarkasi Surabaya Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Asrama Haji Surabaya, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia petugas haji dalam menghadapi tantangan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin kompleks.

Sebanyak 626 peserta diklat diingatkan untuk menguatkan niat dan integritas dalam menjalankan amanah pelayanan. Khofifah menekankan bahwa peran PPIH sangat strategis karena menjadi garda terdepan pendampingan jemaah sejak keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kepulangan ke Indonesia.

Dalam arahannya, Khofifah menegaskan bahwa petugas haji tidak cukup hanya menguasai aspek teknis dan regulasi. Kepekaan sosial, empati, serta kemampuan berkomunikasi dan bekerja dalam tim menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan jemaah.

Menurutnya, tanggung jawab PPIH Embarkasi Surabaya berskala nasional, karena melayani jemaah tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi juga dari Bali dan Nusa Tenggara Timur. Hal ini menuntut koordinasi yang solid antarpetugas serta kesiapan menghadapi dinamika di lapangan.

Sorotan pada Pendampingan Jemaah Perempuan

Gubernur Khofifah juga menyoroti pentingnya penguatan materi fiqhun nisa bagi petugas PPIH kloter. Ia menilai pemahaman mendalam terkait persoalan ibadah perempuan, khususnya bagi jemaah usia subur, sangat dibutuhkan untuk menghindari keraguan dalam menjalankan rangkaian ibadah haji.

Penguatan ini, lanjutnya, idealnya dilengkapi dengan buku pegangan manasik yang dapat menjadi rujukan praktis bagi petugas dalam memberikan pendampingan yang tepat dan menenangkan bagi jemaah perempuan.

Pelaksanaan diklat yang digelar lebih awal diapresiasi sebagai langkah strategis untuk memperpanjang masa penguatan dan pengayaan materi. Dengan waktu persiapan yang lebih longgar, konektivitas antar kloter serta koordinasi lintas petugas diharapkan dapat terbangun lebih optimal sebelum musim haji dimulai.

Khofifah berharap seluruh peserta diklat dapat menjalani proses pelatihan dengan lancar dan memetik manfaat maksimal demi pelayanan terbaik bagi tamu Allah.

Disiplin dan Integritas Cermin Pelayanan Negara

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Puji Raharjo, mengingatkan peserta diklat untuk memanfaatkan masa pelatihan selama 10 hari ke depan guna menguasai tugas masing-masing. Ia menekankan pentingnya disiplin dan integritas sebagai fondasi utama pelayanan negara kepada jemaah haji.

Kegiatan pembukaan diklat turut dihadiri oleh Plt. Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Mohammad As’adul Anam, para ulama, kiai, bu nyai, narasumber, fasilitator, serta seluruh peserta Diklat PPIH Kloter Embarkasi Surabaya. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |