Ringkasan Berita
- Cristiano Ronaldo dikabarkan menolak bermain bersama Al-Nassr pada laga Liga Arab Saudi.
- Ketidakpuasan terhadap minimnya investasi transfer menjadi pemicu utama.
- Al-Nassr tertinggal agresivitas belanja pemain dibanding rival seperti Al-Hilal.
- Masa depan Ronaldo di Arab Saudi disebut mulai diragukan meski kontrak berlaku hingga 2027.
Riyadh (pilar.id) – Masa depan Cristiano Ronaldo di Arab Saudi kembali menjadi perbincangan setelah penyerang asal Portugal itu dilaporkan menolak tampil bersama Al-Nassr pada laga Saudi Pro League melawan Al Riyadh, Senin lalu. Absennya Ronaldo memicu spekulasi mengenai ketegangan internal di klub, terlebih jelang laga penting kontra Al-Ittihad.
Situasi ini menandai fase baru dalam hubungan Ronaldo dengan Al-Nassr, meskipun secara performa individu ia masih menunjukkan konsistensi tinggi. Pada musim ini, pemain berusia 40 tahun tersebut telah mencetak 18 gol dan tiga assist dari 22 penampilan di semua kompetisi.
Ketidakpuasan terhadap Manajemen dan Transfer
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa sumber utama ketidakpuasan Ronaldo berkaitan dengan pengelolaan klub oleh Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. Ronaldo dikabarkan menilai Al-Nassr tidak mendapatkan prioritas yang sama dalam kebijakan transfer dibanding klub-klub lain yang juga berada di bawah kendali PIF.
Perbandingan dengan Al-Hilal menjadi sorotan. Klub pemuncak klasemen Saudi Pro League tersebut tercatat aktif di bursa transfer musim dingin dengan mendatangkan tujuh pemain baru, termasuk penyerang muda potensial Kader Meite serta perekrutan besar Karim Benzema, yang dianggap sebagai pernyataan ambisi serius.
Sebaliknya, Al-Nassr hanya mendatangkan satu pemain, yakni gelandang muda asal Irak Haydeer Abdulkareem. Minimnya penguatan skuad inilah yang diyakini menjadi pemicu utama sikap Ronaldo yang memilih tidak turun ke lapangan.
Struktur Manajemen Ikut Terseret
Ketegangan di tubuh Al-Nassr tidak hanya berdampak pada lapangan, tetapi juga pada level manajemen. Sporting director Simao Coutinho dan CEO Jose Semendo dilaporkan mengalami pembekuan kewenangan, menandakan adanya evaluasi serius dari pemangku kepentingan klub.
Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa Al-Nassr tengah berada dalam fase transisi internal, yang berpotensi memengaruhi stabilitas tim di paruh penting musim kompetisi.
Ambisi 1.000 Gol dan Masa Depan Ronaldo
Cristiano Ronaldo saat ini telah mengoleksi 961 gol sepanjang karier profesionalnya dan masih mengejar target monumental 1.000 gol. Ia juga dijadwalkan memperkuat Portugal di Piala Dunia 2026, yang kemungkinan menjadi panggung internasional terakhirnya.
Namun, laporan dari Sky Sports News menyebutkan bahwa masa depan Ronaldo di Liga Arab Saudi kini berada dalam ketidakpastian. Sejumlah pejabat senior Arab Saudi dikabarkan mendorong sang pemain untuk mengakhiri aksi mogoknya, meski belum ada kepastian apakah solusi akan segera tercapai.
Di tengah spekulasi tersebut, Al-Nassr masih berada di posisi kedua klasemen, hanya terpaut satu poin dari Al-Hilal—sebuah indikasi bahwa persaingan gelar masih terbuka.
Spekulasi Kembali ke Eropa Mengemuka
Nama Manchester United turut dikaitkan dengan situasi Ronaldo, meski laporan menyebutkan klub Premier League itu belum merencanakan langkah konkret untuk memulangkan sang legenda. Kembalinya Ronaldo ke Old Trafford akan menjadi sensasi besar, mengingat dua periode berbeda yang telah ia jalani bersama klub tersebut.
Ronaldo sendiri masih terikat kontrak dengan Al-Nassr hingga musim panas 2027. Namun, dengan usia yang semakin matang dan target pribadi yang hampir tercapai, muncul spekulasi bahwa sang bintang bisa mempertimbangkan pensiun lebih awal jika milestone 1.000 gol berhasil diraih.
Ujian Serius Proyek Sepak Bola Arab Saudi
Situasi Ronaldo di Al-Nassr menjadi ujian penting bagi proyek besar sepak bola Arab Saudi. Kehadiran pemain sekelas Ronaldo sejak awal dimaksudkan sebagai simbol keseriusan dan daya tarik global. Ketika ikon utama mulai menunjukkan ketidakpuasan, konsistensi arah kebijakan klub dan liga pun ikut dipertanyakan.
Apakah konflik ini hanya episode sementara atau menjadi awal dari perpisahan besar, akan sangat bergantung pada respons manajemen Al-Nassr dan pemangku kebijakan Saudi dalam beberapa pekan ke depan. (mad/hdl)

10 hours ago
7

















































