Ringkasan Berita
- KBRI Manila menggelar Lecture and Workshop on Tempe di UP Diliman.
- Kegiatan diikuti sekitar 100 dosen dan mahasiswa dari Filipina dan Jepang.
- Chef Wibowo Sudrajat mendemonstrasikan Tempe Mendoan dan Tempe Orek.
- Program bagian dari diplomasi budaya dan promosi beasiswa serta pariwisata Indonesia.
- Peserta memberikan respons positif terhadap pengenalan kuliner Indonesia.
Manila (pilar.id) – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila (KBRI Manila) memperkenalkan tempe sebagai bagian dari identitas gastronomi Indonesia melalui kegiatan Lecture and Workshop on Tempe di University of the Philippines Diliman, Senin (23/2).
Kegiatan yang berlangsung di Center for International Studies tersebut merupakan bagian dari program Indonesian Embassy Goes to School, yang bertujuan memperluas pemahaman mahasiswa internasional mengenai budaya dan kuliner Indonesia.
Sekitar 100 peserta hadir dalam acara ini, terdiri atas dosen dan mahasiswa UP Diliman dari Filipina dan Jepang yang mengikuti kelas SEA 30 – Asian Emporiums: Network of Culture and Trade in Southeast Asia. Program ini menjadi ruang interaksi akademik sekaligus diplomasi budaya yang mengedepankan pendekatan edukatif.
Demonstrasi Masak: Tempe Mendoan dan Tempe Orek
Dalam sesi praktik, Chef Wibowo Sudrajat memimpin demonstrasi memasak yang dibagi ke dalam dua gelombang, masing-masing diikuti sekitar 50 peserta. Ia memperagakan pembuatan dua hidangan populer berbahan dasar tempe, yakni Tempe Mendoan dan Tempe Orek.
Peserta tidak hanya menyaksikan proses memasak, tetapi juga mencicipi langsung hasil olahan tersebut. Antusiasme terlihat dari interaksi aktif mahasiswa selama sesi berlangsung, termasuk pertanyaan seputar bahan, teknik memasak, hingga sejarah tempe sebagai produk fermentasi khas Indonesia yang telah dikenal secara global.
Chef Wibowo menekankan bahwa tempe bukan sekadar makanan tradisional, melainkan simbol ketahanan pangan dan inovasi kuliner Indonesia yang memiliki nilai gizi tinggi serta potensi pasar internasional.
Indonesian Corner: Informasi Beasiswa dan Pariwisata
Selain workshop kuliner, KBRI Manila menghadirkan “Indonesian Corner” yang menyediakan informasi tentang peluang beasiswa di Indonesia, destinasi wisata unggulan, serta program pendidikan tinggi. Mahasiswa juga diajak mengikuti permainan interaktif bertema Indonesia untuk meningkatkan pemahaman secara menyenangkan.
Sebagai bentuk apresiasi, peserta yang aktif berpartisipasi memperoleh suvenir khas Indonesia. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun ketertarikan generasi muda terhadap Indonesia, baik dari sisi pendidikan maupun pariwisata.
Respons Positif Peserta
Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari para peserta. Sejumlah mahasiswa menyampaikan bahwa pengalaman mencicipi tempe memberikan perspektif baru tentang kekayaan kuliner Asia Tenggara. Beberapa peserta bahkan mendorong agar program serupa dapat diperluas ke kampus dan sekolah lain di Filipina.
KBRI Manila menilai kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen mempererat hubungan Indonesia–Filipina melalui diplomasi budaya. Upaya ini sejalan dengan strategi memperkenalkan Indonesia secara lebih dekat kepada masyarakat internasional, khususnya kalangan akademik.
Melalui pendekatan kuliner, KBRI Manila berharap tempe dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas pemahaman tentang budaya, pendidikan, dan potensi kerja sama antara kedua negara. (usm/hdl)

1 day ago
9

















































