Kemendikdasmen Gandeng Mitra Global Perkuat Literasi dan Numerasi Nasional

8 hours ago 5

loading...

Kemendikdasmen bersama Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF menginisiasi Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu: Kolaborasi Multipihak untuk Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional. Foto/BKHM.

JAKARTA - Tantangan literasi dan numerasi masih menjadi persoalan mendasar dalam pendidikan Indonesia. Hal inipun menjadi perhatian pemerintah dan juga mitra nasional hingga internasional.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) bersama Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF menginisiasi Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu: “Kolaborasi Multipihak untuk Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional”.

Baca juga: Besaran UKT ITB Jalur SNBP dan SNBT 2026, Biaya Kuliah Tertinggi Rp14,5 Juta

Program ini juga didukung oleh pemerintah daerah dari sejumlah kabupaten/kota sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat implementasi Gerakan Literasi Nasional (GLN) dan Gerakan Numerasi Nasional (GNN) di tingkat satuan pendidikan, khususnya melalui peningkatan kualitas pembelajaran di kelas awal sekolah dasar, penguatan kapasitas guru, serta pemanfaatan data asesmen diagnostik untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan murid.

Selain itu, kolaborasi tersebut direncanakan berlangsung hingga tahun 2029 dengan sasaran siswa kelas awal sekolah dasar yang difokuskan pada penguatan kemampuan dasar siswa di kelas awal sekolah dasar, yang menjadi fondasi penting bagi penguasaan ilmu pengetahuan selanjutnya.

Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung tidak hanya menjadi dasar akademik, tetapi juga berperan dalam membangun kepercayaan diri dan kemampuan berpikir siswa.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menekankan bahwa berbagai tantangan seperti learning loss, learning poverty, serta capaian literasi dan numerasi yang belum optimal harus menjadi pendorong untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |